Teknoup.com --- Maraknya aksi kejahatan pembobolan akun-akun penting membuat sejumlah perusahaan membuat sistem keamanan ganda. Selain Apple dan Microsoft yang baru-baru ini menerapkan sistem tersebut, jejaring sosial 140 karakter Twitter juga dilaporkan sedang mengembangkan sebuah sistem pengenalan ganda tersebut.
Saat ini sistem keamanan ganda tersebut tengah diujicoba secara internal sebelum diluncurkan resmi ke publik.
Baru-baru ini, sejumlah akun Twitter milik media-media besar dilaporkan telah diretas. Oleh sang hacker, akun tersebut memposting berita hoax yang membuat panik banyak pihak. Seperti baru-baru ini yang terjadi pada akun Twitter milik kantor berita Associated Press. Akun tersebut diretas hacker dan menyebarkan berita bahwa ada ledakan bom di White House, kantor Presiden AS dan melukai Barrack Obama. Berita hoax ini membuat sejumlah saham di AS mengalami penurunan beberapa saat, dan kembali normal setelah dikonfirmasi oleh media yang bersangkutan bahwa akun tersebut telah diretas. Saat ini akun tersebut dinonaktifkan sementara oleh Twitter.
Sistem pengenalan ganda merupakan sebuah sistem keamanan yang mengonfirmasi akses dari pengguna melalui beberapa tahap. Selain melalui password, biasanya sistem pengenalan ganda ini juga mengirimkan 'kunci akses' lain melalui pesan singkat SMS.
Belum ada informasi resmi yang dilansir Twiter mengenai sistem baru ini. Namun melihat kejadian yang sering terjadi, kemungkinan fitur ini akan diimplementasikan segera.