Talkmen.com --- Dunia balap pasti berhubungan dengan laki-laki tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Dunia balap telah menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan dirinya. Berawal dari "pemaksaan" oleh sang ayah, akhirnya Alexandra Asmasoebrata menjadi salah satu pembalap wanita yang cukup disegani di Indonesia bahkan di Asia. Walaupun telah banyak memiliki gelar juara, namun ternyata Alexandra belum puas atas apa yang telah dicapainya dalam dunia balap. Dianugrahi wajah cantik, Alexandra juga menjadi salah satu wanita cantik yang banyak didambakan oleh banyak pria. Beruntunglah Talkmen dapat berbincang-bincang dengan Andra, sapaan akrab dari gadis kelahiran 23 Mei 1988 (Gemini), mengenai siapa dirinya baik di luar arena balap maupun dalam arena balap. Apa yang membuat kamu akhirnya terjun ke dunia balap? Awalnya bukan keinginan aku. Bisa dibilang bener-bener dari papa yang membuat aku akhirnya terjun ke dunia balap. Dari kecil aku udah sering diajak nonton balap sama papa tapi nggak pernah sama sekali kepikiran untuk jadi pembalap. Cuma sekedar suka aja nonton balap sampai akhirnya papa maksa aku. Maksanya papa waktu itu bukan untuk nyuruh aku jadi atlet balap tapi lebih untuk mencoba rasanya naik gokart. Waktu itu main gokart cuma bisa di Sentul dan jujur awalnya aku males banget kesana karena aku malu secara cewek masih kecil juga plus nggak bisa nyetir. Sempet mikir waktu itu balapannya sama siapa, terus ntar kalau break balapan mainnya sama siapa. Tapi akhirnya papaku berhasil menyetani bahkan bisa dibilang memaksa aku untuk balapan (tertawa). So, bisa dibilang kalau papaku sih awalnya yang membuat aku akhirnya terjun ke dunia balap. Bisa ceritain perjalanan karier kamu dalam dunia balap? Awalnya dari gokart. Gokart yang paling kecil karena waktu itu aku masih umur 12 tahun pas tahun 2001. Awalnya terjun di kelas gokart 60 cc terus naik ke kelas junior yang 125 cc. At that time, aku masih ikut kejuaraan tingkat daerah lalu nasional terus tingkat Asia dan akhirnya aku ikut kejuaraan dunia. Tahun 2004, baru aku naik ke mobil Formula. Bisa aja sih kalau aku mau langsung mencoba mobil Formula tapi papa aku bilang kalau aku nggak bisa menang di kejuaraan nasional buat apa aku pindah kelas lain. Kalau kamu nggak jadi pembalap saat ini, kamu akan berprofesi sebagai apa? Mungkin aku bisa jadi pengusaha. Tapi kalau aku dilahirkan kembali dan end up nggak ke balap mungkin aku akan jadi dokter kayaknya. Andra saat lagi balapan dan saat tidak balapan pasti ada perbedaan, apa perbedaan terbesarnya? Beda banget. Aku bisa jadi orang yang sangat annoying saat balapan. Bahkan aku sadar kalau aku itu nyebelin banget orangnya, makanya aku nggak pernah ngajak teman even mama aku nggak pernah aku saranin untuk nonton. Sebenernya itu bukan sesuatu yang aku buat-buat tapi sifat itu keluar secara sendirinya. Mungkin karena efek aku mau balapan dimana aku ngerasa stres, pressure yang tinggi menjelang balap. Makanya aku keliatan jutek banget pas mau balapan, even buat diajak foto sekalipun. Tapi kalau udah kelar balapan, aku akan kembali kayak orang biasa. Saat balapan, apa pernah mendapatkan diskiriminasi dari lawan jenis? Kalau pernah, bagaimana kamu menanggapinya? Kayaknya nggak pernah. Mungkin karena pas balapan aku nggak pernah menganggap diri aku perempuan. Ya aku anggap diri aku sama dengan pembalap lainnya which is itu laki-laki. Bahkan aku sendiri suka lupa kalau aku perempuan (tertawa). Pas aku menang sekalipun aku nggak pernah menganggap diri aku perempuan tapi lebih kepada kita sama-sama balapan and I beat those guys because Ibanner-ads