Goth adalah sebuah sub-culture yang merupakan anakan dari post-punk. Budaya goth tidak jauh dari horror, kegelapan, dan kematian. Tapi tenang dulu, kita gak akan membahas budaya horor gothic secara mendalam disini. Kita cuma akan membahas gimana sih style mereka. Kenal sama Lidya Deetz, anak gadis dari keluarga Beetlejuice? Atau tokoh Eric dalam film The Crow? Jika anda belum tahu bagaimana gaya gothic, lihatlah mereka.
Style Gothic selau didominasi oleh warna hitam yang melambangkan kegelapan. Namun selain itu, goth tidak mempunyai standar fashion sendiri untuk orang-orang yang ingin mengekspresikan ke-gothic-an mereka. Secara umum, Goth biasanya tipikal dengan asesoris perak untuk menghiasi pakaian serba hitam mereka.
Korset merupakan salah satu favorit para goth wanita. Selain itu, fishnet yang dipasang di tangan atau kaki juga merupakan salah satu fashion yang sudah menjadi tipikal goth. Eyeliner dan cat kuku berwarna hitam juga sudah diambil goth sebagai trademarknya. Dan yang juga menjadi favorit kaum goth adalah celana panjang ketat yang dipadu dengan spatu boot berhak tinggi.
Namun, sekali lagi, dalam subculture goth, standar-standar berpakaian tidaklah penting. Yang penting adalah bagaimana kamu mengekspresikan kebebasan berpakaian. Trend-trend yang disebutkan diatas tidaklah merupakan keharusan yang wajib dituruti goth.
Tapi bagaimanapun juga, fashion goth merupakan salah satu style tersendiri yang cukup unik dan banyak diadaptasi oleh anak muda.