Talkmen.com --- Wisata tanpa takut akan larangan saat puasa.

Tidak perlu khawatir dengan aturan-aturan yang berlaku saat bulan puasa.   Anda hanya perlu mengetahui basic-nya. That's all!

Mata seluruh negara dengan mayoritas penduduk Muslim di seluruh dunia saat ini terpaku pada Bulan Ramadhan, yang berlangsung selama 30 hari setiap tahunnya. Bagi para traveler penganut agama Non-Muslim, ada rasa was-was dan khawatir ketika akan melakukan perjalanan ke negara di Timur Tengah yang memegang teguh ajaran Islam. Dugaannya bermacam-macam, mulai dari tentang hukuman atau denda yang akan mereka terima jika makan di muka umum dan hal-hal seperti itu. Belum lagi jika jam kerja hotel atau restoran dipersingkatkan sehingga membuat kenyamanan berkurang.

Untuk membantu Anda yang ingin melakukan perjalanan ke negara-negara Muslim saat Ramadhan, TalkMen memiliki beberapa hal yang perlu Anda ketahui.

How am I supposed to eat during Ramadhan?

Saat Ramadhan, umat Muslim dilarang untuk makan, minum atau merokok saat jam puasa sedang berlangsung. Ini menjadi masalah utama yang sering ditakuti para traveler Non-Muslim yang berharap agar perjalanan wisata mereka bisa dilengkapi dengan wisata kuliner. Tidak perlu khawatir karena negara-negara Timur Tengah sudah semakin bertoleransi dengan keadaan ini. Tidak sedikit restoran dan hotel yang menyediakan tempat makan yang dibuat sedikit tertutup agar tidak menyinggung perasaaan kaum Muslim.

 

Hal ini berlaku juga untuk transportasi umum. Akses Anda menuju airport atau tujuan lainnya masih bisa berlangsung dengan lancar.

Dress well

Kaum Muslim lebih menjaga kesopanannya saat Ramadhan berlangsung. Anda sebagai seorang traveller harus bertoleransi dengan hal ini, seperti dengan berpakaian yang lebih sopan. Anda memang tidak harus menggunakan pakaian khas kaum Muslim yang dikenal sebagai baju koko, cukup dengan menggunakan celana panjang dan pakaian yang lebih rapi agar terlihat lebih sopan. Hal ini juga tentu saja berlaku pada pasangan Anda, karena wanita harus lebih diawasi etika berpakaiannya saat berlibur di Timur Tengah pada bulan Ramadhan.

 

Seks termasuk hal yang harus dihindari saat jam puasa berlangsung, karena umat Muslim tidak diperbolehkan melakukan kegiatan seksual saat Ramadhan berlangsung.

Try to eat at iftar and suhoor

Saat matahari terbenam, tepatnya saat adzan maghrib berkumandang, kaum Muslim menikmati sajian buka puasa yang biasanya diawali dengan makanan ringan. Jenisnya bisa bermacam-macam namun yang sering menjadi hidangan wajib adalah buah kurma. Banyak hotel di Timur Tengah akan membuka tenda-tenda yang menyediakan makanan khas Arab. Ini adalah kesempatan bagi Anda pecinta kuliner, karena berburu makanan pada buka puasa adalah waktu yang sangat tepat. Di Ritz-Carlton Doha, Qatar misalnya, disediakan tenda  dalam sebuah ballroom hotel seluas 2.700 m dengan berbagai jenis makanan dan minuman khas negeri Arab.

 

Saat tengah malam, kaum Muslim akan mengadakan makan sahur yang biasanya diisi dengan sajian makanan yang lebih berat. Tidak ada salahnya jika Anda mengikuti aktivitas makan sahur ini.

Act more polite

Ramadhan juga melarang kaum Muslim untuk kehilangan kendali atas emosi. Mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak sopan sangat terlarang saat puasa berlangsung, sehingga Anda harus bertoleransi dengan hal ini. Tidak mudah menjalaninya, karena rasa lapar cenderung membuat seseorang menjadi cepat emosi. Jangan sesekali memancing emosi orang yang sedang berpuasa dengan melakukan hal-hal aneh, karena emosi adalah salah satu hal yang paling dijaga saat bulan Ramadhan di Timur Tengah.

Banyak yang merasakan bahwa Ramadhan akan membuat waktu berjalan lebih lambat bagi para traveler.Namun ketika buka puasa telah berlangsung, Anda akan ikut merasakan atmosfir kelegaan yang dirasakan umat Muslim yang berpuasa. Cafe, restoran hingga coffee shops terlihat lebih ramai dan lebih hidup di malam hari. Anda bisa melakukan tindakan ramah lain seperti memberi sumbangan pada yayasan yang ada. However, feel the Ramadhan spirit!