Secara resmi akhirnya presiden Jokowi kembali menurunkan harga BBM yang semula Rp 7.500 menjadi Rp 6.600 per tanggal 19 Januari besok. Meskipun turun lumayan banyak tapi hal ini ternyata nggak membuat sebagian orang merasa senang. Well, gara-gara kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, harga kebutuhan pun ikut naik. Sayangnya, ketika digadang bakal turun, pedagang seolah enggan ikut menurunkannya.

banner-ads

Mengenai hal ini sebenarnya Jokowi udah melakukan pendekatan kepada agen-agen besar untuk ikut menurunkan harga kebutuhan yang lain. Sayangnya upaya para retailer besar ditentang para pedagang kecil. Harusnya biaya distribusi yang turun juga diikuti dengan harga barang-barangnya yang juga turun. Ini cukup membuat masyarakat merasa penurunan BBM masih nggak berdampak besar.

Sama halnya dengan angkutan umum. Di beberapa kota, para pengusaha angkutan sepakat untuk menaikkan harga ketika BBM naik beberapa waktu yang lalu. Tapi seiring dengan wacana penurunan harga bahan bakar minyak, mereka masih mematok tarif yang cukup tinggi. Menteri keuangan pun menyadari hal ini tapi nggak bisa melakukan apapun. Satu-satunya yang bisa diharapkan adalah agar Pemda yang mengatur ulang harganya.

Penurunan harga BBM emang patut diapresiasi, tapi jika hal tersebut nggak diikuti dengan turunnya harga-harga bahan pokok dan angkutan, maka seperti nggak berguna apa-apa. So, what do you think, Guys?