Kama Sutra dan pornografi memang dua hal yang tidak selalu sama. Tapi ini bisa disebut ironis. Dua ribu tahun setelah menemukan Kama Sutra, pemerintah India menyatakan pelarangan terhadap pornografi di internet. Mereka meminta provider internet untuk memblokir 857 website yang dianggap berisi pornografi.

India menempati urutan 5 terbesar dalam jumlah pengunjung situs pornografi di dunia. Menurut juru bicara pemerintah India, pelarangan ini dimaksudkan untuk menjaga moralitas dan kesusilaan. “Akses gratis dan perbuka ke website porno sedang dalam pemeriksaan. Kami tidak ingin jadi masalah sosial yang mengganggu,” kata N.N. Kaul, juru bicara Departemen Telekomunikasi India.

Pemerintah India mengeluarkan perintah setebal 17 halaman mengenai pemblokiran situs porno, berisi daftar situs-situs porno untuk diblokir oleh provider. Daftar ini bocor, dan jadi ramai. Mulai awal Agustus, sejumlah situs mulai tidak bisa diakses. Hastag #Pornban pun segera jadi trending topik di Twitter.

Sejumlah kritikus menyebut kebijakan ini melanggar hak pribadi dan demokrasi. Pengadilan Tinggi India sendiri menolak memaksa pelarangan pornografi setelah menerima petisi yang menyebut pornografi di internet merupakan sumber kejahatan seksual. Pengadilan menyatakan bahwa setiap orang bebas mengakses situ semacam itu secara pribadi.
India merupakan negara pengguna internet terbesar kedua setelah Cina, dan menempati peringkat lima sebagai pengunjung rutin situs-situs porno. Sejak 2011 pemerintah mulai mendesak perusahaan jaringan komunikasi untuk menyaring dan menghilangkan materi-materi yang dianggap nyerempet. Tak hanya internet, sensor pun berkembang ke film-film Bollywood dan Hollywood.