Merdeka.com --- Pemerintah Indonesia menawarkan sejumlah proyek infrastruktur di bidang transportasi ke Jepang.

Beberapa proyek tersebut di antaranya pembangunan jalur kereta api (KA) cepat Jakarta-Surabaya dan rute KA Express Jakarta Kota-Bandara Soekarno-Hatta. Nilai investasi yang ditawarkan tersebut sebesar Rp 18 triliun.

"Kita menawarkan pada mereka untuk pembangunan rute kereta api ekspres Jakarta-Surabaya dan Jakarta Kota-Bandara Soekarno-Hatta. Konsep kerja sama. Bisa antar pemerintah, bisa antara pemerintah dengan pihak swasta," ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono seusai melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanahan, Transportasi, Infrastruktur dan Turisme Jepang, Ryuji Masuno, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (31/5).

Bambang berharap melalui pertemuan Tingkat Wakil Menteri Perhubungan RI Jepang ini, pemerintah Jepang tertarik untuk berinvestasi melalui program Public Privat Partnership (PPP). "Proyek itu saat ini masih dalam proses studi lanjut. Jepang sudah memiliki pengalaman 50 tahun dalam bidang ini," kata Bambang.

Menurut Bambang Jepang sudah menyatakan ketertarikannya. Proyek senilai Rp18 triliun tersebut akan dikerjasamakan dengan skema gabungan antara pemerintah dan pengusaha.

"Selain itu kami juga menawarkan proyek transportasi udara, jalan, dan logistik. Untuk tindak lanjut nanti akan diserahkan kepada masing-masing subsektor," imbuhnya.

Sementara itu, Ryuji Masuno menyambut baik proyek-proyek yang ditawarkan Indonesia tersebut. Hal itu sejalan dengan kebijakan Jepang saat ini yang telah membentuk bidang public privat partnership dengan dukungan anggaran modal USD 1 miliar. Bidang tersebut fokus pada proyek-proyek kerja sama dengan negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kami ingin mengkonkretkan hasil dari pertemuan ini. Kami nanti akan meneruskannya ke kementerian untuk dilihat proyek-proyek tertentu yang menarik untuk dikerjasamakan," katanya.