Besoknya gantian 10 band indie finalis LA Lights Indiefest jagoan DJFM yang berlomba-lomba menarik massa. Beda dengan pertarungan sebelumnya, kali ini venuenya indoor. Yaitu di kafe Redboxx yang terletak di kawasan Pakuwon Trade Center, Surabaya Barat.
Lantaran venue-nya indoor, jumlah penonton jelas nggak sebanyak di lapangan Universitas Bahayangkara. Maklum, kapasitasnya terbatas bos! Tapi, biar nggak nyampe 3000 orang, penonton tetep bikin kafe baru paling beken di Surabaya itu nyaris runtuh. Selain lantaran mereka datang berbondong-bondong hingga bikin kafe penuh sesak, juga lantaran mereka sangat aktif bertepuk tangan dan berteriak-teriak ngasih dukungan pada band-band favoritnya!
Lanjut ke atas panggung, pertarungan kayaknya lebih berat deh. Soalnya band-band indie yang perform rata-rata udah punya nama besar. Which is, jam terbangnya juga udah banyak. Makanya perkara kerapihan bermain musik, konsep aksi panggung, sampe urusan kostum, waaaa...Keren banget!
Bukan cuma itu. Begitu ditanya-tanya oleh dua MC yang menggawangi acara, para personil setiap band juga ngejawabnya udah nggak malu-malu apalagi gemeteran. Pertanyaan seputar gimana proses terbentuknya band mereka sampe arti nama band yang diusung dijawab dengan lancar.
Contoh, waktu front man band Wali ditanya kenapa bandnya dinamai Wali, dia bilang, "Wali itu kan petinggi di bidang agama. Nah kami juga pengen jadi petinggi, tapi di kancah musik Indonesia1"
Terus ketika anak-anak band Hor-Ney dicela MC sehubungan dengan nama band mereka, dua vokalisnya Ony dan Ize menjawab taktis. "Nama band ini sebenarnya singkatan dari nama dua pendirinya. Makanya kalau orang mengira kami menamai band ini berangkat dari pengalaman pribadi (maksudnya gara-gara para personilnya emang suka horny), itu salah. Kami bukan sekumpulan cowok yang suka horny. Tapi mungkin kamu nggak memungkiri kalau kami emang sering bikin cewek-cewek horny, hehehe..."
Halah! Narsis beneeeer...
Ya sud, akhir kata kesimpulannya battle antar para finalis LA Lights Indiefest maem itu seru abislah! Hingga beberapa juri yang sempet Hai tanyai ngaku pusing berat menilai mana band yang terbaik.
"Pokoknya tunggu pas final regional aja ya' Kami sesama juri harus berembuk dulu, juga mempertimbangkan hasil poling SMS," cetus salah satu juri yang nggak boleh disebut namanya.
Oke deh!
Sumber: Doc HAI