Hall Basket Senayan, Jakarta hari itu 29 Agustus 2008 disulap menjadi venue untuk event Final Regional LA Lights IndieFest 2008 area Jakarta. Dua lapis barikade dipasang sebagai screening orang-orang yang akan memasuki venue untuk memastikan keamanan jalannya acara ini.   Pukul 07.00 malam, acara masih belum dimulai tapi panggung sudah siap. Banyak penonton sudah standby di depan panggung, namun ada juga yang masih memilih untuk berkeliaran di sekitaran hall basket yang telah dipenuhi berbagai macam stand mulai dari makanan, kaos band, sampai booth video contest.   Konsep panggung di event kali ini cukup unik. Panggung berdiri tepat di tengah-tengah hall basket dan memiliki dua muka. Jadi penonton bisa menyaksikan band dari sisi timur dan sisi barat.   Acara dibuka oleh Vecky Manangkey sebagai host dengan mendaulat Lipgloss untuk menyajikan sebuah opening yang eksplosif. Dilanjutkan oleh finalis Jakarta 2 Step North, Gunver, Arcoirish, The Banery, Jude, dan Morning Blue. Masing-masing band membawakan dua lagu terbaik mereka. Satu lagu yang membawa mereka sampai ke final regional, satu lagi lagu bebas tapi tetap harus ciptaan mereka sendiri. Tidak ada yang gugup. Semua berhasil menyajikan aksi panggung yang oke dan berhak atas sambutan antusias dari penonton.   Monkey to Millionaire dan Zeke and The Popo juga tampil di sela-sela finalis malam itu. Namun yang menjadi kejutan adalah Teenage Death Star. Band yang baru merilis album debutnya itu tanpa disuruh tiba-tiba naik ke atas panggung. TDS memang tidak masuk dalam line up Final Regional yang dipublikasikan, aksinya malam itu memang kejutan untuk para penoton. Aksi TDS adalah yang paling liar dan pecicilan. Mereka membawakan lagu-lagu dari album Longway to Nowhere seperti All That Glitters are Not Gold dan Ibanner-ads