Talkmen.com --- Jatuh cinta pada sahabat? Apakah hal tersebut salah? Bukan sebuah kesalahan jika hati sudah memutuskan.

Anda memiliki teman wanita yang amat sangat akrab dengan Anda? Memang tidak bisa dipungkiri, wanita bisa menjadi sahabat terdekat pria, baik untuk bercerita, berbagi suasana, bahkan dalam urusan pekerjaan sekalipun. Begitu juga sebaliknya. Wanita juga merasakan bahwa pria adalah teman terbaik, walaupun biasanya wanita memiliki 'gerombolan’ mereka sendiri seperti yang sering kita lihat dimana saja.

Sisi nyaman terkadang bisa kita dapatkan dari teman wanita kita ini, walaupun memang hanya sekedar teman tanpa ada maksud atau tujuan untuk menuju ke jenjang berikutnya. Tetapi terkadang salah satu dari sepasang manusia ini menangkap sinyal yang salah. Seperti ajakan makan malam yang dianggap 'berbeda' padahal biasa saja, atau mungkin ajakan bertemu dengan keluarga salah satu pihak yang sebenarnya tidak menjurus kearah manapun.

Terkadang kita harus bisa membatasi diri dengan sahabat wanita kita agar kita tidak berbuat hal yang memang seharusnya tidak kita lakukan. Perhatian yang diberikan juga harus sesuai pada takarannya, tidak perlu berlebihan karena bisa menimbulkan perasaan lain yang nantinya akan tumbuh secara perlahan dalam persahabatan Anda.

 

Anda jatuh cinta dengan sahabat Anda sendiri? Tetapi takut untuk mengungkapkannya? Atau Anda beranggapan bahwa  persahabatan antara seorang pria dan wanita yang berujung kepada sebuah hubungan asmara bisa dikatakan salah? Menurut saya, tidak sama sekali. Kenapa? Karena dari sudut pandang saya pribadi, saya melihat sebuah sosok sahabat wanita itu adalah orang yang sangat mengerti Anda. Mungkin bisa melebihi Ibu atau saudari kandung Anda sendiri. Jatuh cinta itu adalah hal yang realistis, jadi wajar jika Anda jatuh cinta kepada orang yang benar-benar mengetahui sisi baik maupun buruk yang Anda miliki, mengerti bagaimana cara mengontrol Anda, mengerti apa yang Anda sukai, dan mengerti apa yang Anda benci.

Terkadang mungkin mulut orang lain akan berkata tajam jika hal ini memang terjadi pada diri Anda. Mungkin beberapa kritik atau omongan jelek mengenai hubungan Anda akan muncul ke permukaan, tetapi hal tersebut bukanlah hal penting yang harus Anda pikirkan. Biarkan anjing menggonggong sesuka mereka.

"Gue pernah pacaran sama sahabat gue sendiri. Banyak yang bilang gue makan temen lah, ini lah, itu lah, sampe bosen gue dengernya. Tapi ya gue tetep gak peduli. Namanya juga perasaan. Mau gimana juga gak bakal bisa diboongin!" -Joshua, 25 Tahun-

Masalah yang nantinya akan Anda hadapi bukan hanya itu, tetapi beban mental yang Anda alami karena terlalu banyak informasi yang Anda ketahui tentang sahabat Anda ini bisa menjadi bumerang bagi Anda sendiri. Kenapa? Karena Anda terlalu mengetahui sisi-sisi buruk yang dia miliki, atau mungkin karena kejadian-kejadian yang pernah dia alami.

Bagi sebagian orang, mengetahui hal-hal tersebut mungkin akan menjadi hal yang menjadi penyebab mengapa orang mundur teratur saat sedang masa pendekatan. Ilfeel mungkin akan menjadi hal nomor satu yang ada dipikiran Anda. Tetapi bagi sebagian pria yang bisa berpikir lebih dewasa, mereka akan berpikir bahwa ini adalah sebuah keuntungan, karena mereka tidak perlu was-was ataupun curiga terhadap sang wanita. Lebih baik mengetahui buruk-buruknya sejak awal daripada mengetahuinya setelah Anda berdua sudah terlanjur lama menjalin hubungan.

"Gue sama cewek gue dulunya sahabatan dari SMP. Dan sampai akhirnya kita pacaran, gue jarang banget curiga-curigaan sama dia. Soalnya kita udah saling ngerti satu sama lain. Buat apa curiga-curiga segala?" -Aryo, 27 Tahun-

Tetapi jika kembali Anda pikirkan, poin terakhir memang ada betulnya. Anda pastinya sudah lama mengenal sahabat Anda, dan Anda mengerti betul bagaimana karakter, sifat, dan pembawaannya. Jadi Anda tidak perlu buang-buang energi Anda untuk curiga ataupun cemburu, karena Anda tahu bagaimana dia yang sebenarnya. Salah satu nilai positif dari berpacaran dengan sahabat ada di poin ini. Berbeda jauh dengan orang dari lingkungan yang (mungkin) asing yang Anda dekati, yang pastinya akan memakan waktu Anda untuk pendekatan dan mencari tahu bagaimana sifat dan karakternya. Ya, Anda akan membuang waktu lagi dan lagi.

 

Sensasi yang berbeda pastinya juga akan muncul dari hubungan yang satu ini. Sebagai contoh, jika biasanya dia dan Anda pergi ke suatu tempat dengan tujuan untuk sekedar mengisi perut atau mungkin mencari tempat yang nyaman untuk curhat, kali ini akan menjadi sangat berbeda karena dia dan Anda pergi dengan tujuan lain, yaitu berpacaran. Pasti akan ada adegan dimana dia dan Anda saling bertatapan, lalu tertawa lepas yang pastinya sangatlah menyenangkan untuk dilihat. Weird? Awkward? Itu pasti. Tapi perasaan itu tidak akan berlangsung lama, hanya sekedar canggung diawal hubungan Anda saja.

Dia dan Anda juga akan merasakan banyak hal yang berubah, mulai dari kebiasaan saat berstatus teman hingga batasan-batasan tertentu. Ingat, status Anda dan dia sudah bukan sekedar sahabat lagi. Satu hal yang cukup membuat iri adalah goodbye kiss yang berbeda. Jika cium pipi kanan dan kiri menjadi kebiasaan Anda saat berpamitan dengan dia, segeralah rubah kebiasaan tersebut! Cium dahinya saat Anda pulang, dilengkapi dengan warm hug, yang pastinya akan membuat dia merasa nyaman dengan Anda dan memastikan bahwa hubungan persahabatan Anda telah Anda upgrade menjadi sebuah hubungan asmara yang bisa jadi lebih menyenangkan.