[mp3-jplayer tracks="Jhagad - Thanks For All The Blues@album/mtl2012/03.mp3"] Nama JHAGAD and NUSAHA mungkin terdengar baru ditelinga masyarakat penikmat musik di Indonesia tetapi tidak begitu halnya di Surabaya, kota kelahiran Jhagad Mahaghita Swara. Pria kelahiran 30 Juli, 25 tahun silam ini memulai karier di industri musik sejak tahun 2005 dengan membentuk group band DADU dan menempati posisi sebagai bassist. Single-single yang dirilis bersama group band-nya ini, membawa Jhagad menuju proses pendewasaan didalam bermusik di Industri Musik Indonesia. Perjalanan bermusik Jhagad mengalami proses, di tahun 2008, ia membentuk group band MAHAGHITA dan menempati posisi sebagai Vokalis, album mini pun tercipta didalam perjalanan bersama group band barunya ini. Hingga di tahun 2010, perjalanan bermusik Jhagad membawanya memasuki sebuah perenungan didalam diri, keinginan untuk menghasilkan karya yang 'lebih berhati', yang menurutnya karya spritual dan perenungan dikarenakan tercipta dari 'cinta sang pencipta'. Keinginan pria yang dalam bermusik banyak terpengaruh karya-karya Garry Moore dan Eric Clapton ini akhirnya diwujudkan dengan membentuk JHAGAD and NUSAHA sebagai kendaraannya. Walau awalnya oleh sekalangan orang, musik yang tercipta dianggap 'berat' tetapi ternyata tidak begitu halnya dengan sebagian kalangan lainnya. Kematangan dalam bermusik yang terbentuk dalam perjalanannya dan komposisi-komposisi yang tercipta sepenuh hati ternyata mendapat tanggapan yang positif dari Juri disaat Jhagad mengikuti pre-audisi LA Lights banner-ads