Merdeka.com --- Teknologi 3D printing diyakini mempunyai satu masalah utama yang cukup mendasar. Sebagai alat cetak, mesin 3D printing harus lebih besar dari benda yang akan dicetak. Masalah ini lah yang telah dipecahkan oleh peneliti lewat pemakaian robot mini.

Sebuah institut yang berkecimpung di bidang arsitektur di Catalunya, Spanyol, telah berhasil membuat cikal bakal bangunan pertama yang dibangun oleh beberapa robot berukuran kecil bernama Minibuilder. Robot-robot mini ini bekerja dengan teknik 3D printing layaknya sekumpulan pekerja yang secara bergotong royong membangun sebuah bangunan.

Peneliti dari institut tersebut, Petra Nonikov dan Sasa Jokic, menambahkan jika teknologi Minibuilder dapat melakukan proses konstruksi yang lebih murah dan ramah lingkungan.

"Minibuilder dapat bekerja secara terus-menerus yang mencakup banyak hal sekaligus. Nantinya, Minibuilder bisa digunakan untuk membangun sebuah gedung dengan bentuk apapun, tergantung material yang digunakan," kata Novikov dan Jokic,"karena mempunyai ukuran yang kecil, robot ini bisa dengan mudah dibawa ke area konstruksi dan akan meninggalkan sedikit sisa konstruksi yang bisa merusak lingkungan."

Minibuilder bekerja secara berkelompok untuk membangun 'cangkang' dari bangunan. Ya, karena masih dalam tahap awal, bangunan yang dibuat oleh Minibuilder akan berdiri tanpa rangka.

Akan ada 3 robot yang masuk dalam tim Minibuilder.

Robot pertama bertugas membangun pondasi, yang kemudian dilanjutkan oleh robot kedua untuk membangun dinding, atap, maupun bagian ruangan lain seperti jendela dan pintu.

Di bagian terakhir ada sebuah robot yang berfungsi merapikan dan memperkuat seluruh sambungan yang dibuat oleh kedua robot sebelumnya.