Megawati Soekarnoputri kembali terpilih menjadi ketua umum PDIP dalam kongres IV PDIP Kamis (9/4) di Bali. Well, hingga tahun 2020 Megawati akan kembali menaungi partai pemenang pemilu legislatif pada tahun 2014 ini. Putri Bung Karno ini dinilai sukses membawa partai PDIP kembali ke masa kejayaan. Bahkan, beliau juga berhasil mengantarkan Joko Widodo menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Disebut hubungannya makin renggang pasca Pilpres, Jokowi terlihat duduk di sebelah Megawati. Rukun aja kok bro! Dalam kesempatan tersebut, megawati melayangkan beberapa pesan yang cukup keras untuk Jokowi dalam menjalankan pemerintahan. Berikut ulasannya..

Jangan tinggalkan kebijakan partai

Megawati berpesan, jika mekanisme kerja pemerintahan dan partai politik pengusungnya harus berjalan beriringan, karena hubungan keduanya merupakan prinsip dalam demokrasi. Menurut Megawati, hukum demokrasi sudah mengatur jika presiden dan wakil presiden harus menjalankan garis kebijakan politik partai.

Waspada dengan pihak yang mau deparpolisasi

Pesan keras selanjutnya yang dilemparkan kepada Jokowi adalah munculnya 'penumpang gelap' yang menginginkan adanya deparpolisasi. Mega menilai, pihak tersebut bukanlah orang yang ingin bekerja keras demi membangun partai, melainkan hanya kaum oprtunis yang hanya menunggu saat tepat untuk menikung dan mengambil kesempatan.

Memenuhi janji kampanye

Megawati juga mengingatkan Jokowi-JK untuk memenuhi janji kampanye yang telah disampaikan pada rakyat. Menurut Megawati, janji tersebut merupakan tugas suci yang harus ditunaikan oleh keduanya dengan segera.

Menolak radikalisme dan terorisme

Megawati juga menyampaikan penolakan kerasnya terhadap munculnya gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Jokowi harus bisa segera meng-handle permasalahan yang terjadi ini.

Pesan keras dari Megawati ini menambah deretan PR yang harus segera diatasi Presiden Jokowi. Godspeed!