Menewaskan 44 orang, 400 luka-luka, 10 ribu mobil impor jadi rongsokan dan bangunan di sekitarnya rusak parah.

Selama dua hari ini Cina seperti tak habis-habisnya diguncang ‘ledakan’. Yang pertama soal nilai Yuan, kedua, benar-benar ledakan yang sesungguhnya. Sebuah gudang berisi bahan peledak di pelabuhan meledak dan terbakar pada pukul 11.30 waktu setempat di Tianjin, sekitar 144 km dari Beijing.

Akibat ledakan itu, 44 orang tewas, lebih dari 400 luka-luka dan 36 petugas pemadam kebakaran masih hilang. Dua ledakan ini terjadi dan efeknya terasa hingga bermil-mil jauhnya. Selama sehari ini media sosial Cina diwarnai sharing video kebaran dan ledakan yang menyebabkan langit Tianjin memerah.

Ledakannya menimbulkan bola api di langit, dengan kekuatan seperti gempa dan bisa dilihat dari angkasa. Sebuah satelin cuaca Jepang menangkap image saat ledakan terjadi, membentuk kepulan asap menyerupai jamur.
Ledakan pertama setara dengan 3 ton TNT dan 2,4 Skala Richter gempa. Ledakan kedua yang benar-benar dahsyat, setara dengan ledakan 21 ton TNT dan tercatat dalam skala Richter, 2,9 SR. Ledakan menyapu parkiran pelabuhan yang berisi 1000 mobil Renault, menghantam jendela dan membuat cat terkelupas. Lebih dari 1000 personel pemadam kebakaran dikirim untuk mengatasi kebakaran tersebut, 12 diantara tewas karena ledakan.

“Rasanya seperti yang dibilang seperti nuklir bom. Aku tidak pernah menyangka bakal melihat hal seperti itu. Mengerikan sekaligus menakjubkan,” kata Zhao Zhencheng, sopir yang tengah tidur di truknya saat ledakan terjadi.
Pelabuhan Tianjin ini merupakan pelabuhan yang cukup sibuk. Sekitar 10 ribu mobil impor hancur karena insiden ini. Diantaranya 2,748 VW and 1,000 Renaults. Sebuah komplek aparteman mewah gaya Mediterania, berjarak sekitar 1,6 km dari ledakan, ikut rusak berat. Semua jendelanya pecah, dindingnya rusak. “Kerusakan total. Kerja keras selama dua tahun hilang seketika,” kata Liu Junwei, pekerja di komplek apartemen tersebut.