Merdeka.comHari ini seluruh warga keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek, untuk menandai hari pertama di bulan pertama dalam penanggalan China.

Tradisi reuni keluarga, bagi-bagi ampau sampai kemeriahan tarian naga dan petasan akan menggema di jalan-jalan di seluruh dunia, di mana sebagian besar penduduknya keturunan Tionghoa, dalam memasuki Tahun Kuda.

Di China adat dan tradisi yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, hampir sebagian besar perayaan dilakukan dengan perjamuan makan malam pada malam tahun baru serta penyulutan kembang api.

Bagi sebagian orang bukan keturunan Tionghoa, perayaan Tahun Baru Imlek mungkin hanya sekedar perayaan meriah diikuti kumpul bersama keluarga. Namun, ada fakta menarik di balik perayaan ini, yang belum diketahui banyak orang.

Berikut lima fakta tradisi Tahun Baru Imlek, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Kamis (30/1).

1. Warga Tionghoa tidak menyebutnya sebagai Tahun Baru China

Di China, perayaan ini dikenal sebagai festival musim semi atau Tahun Baru Imlek, yakni tahun baru ditentukan oleh perhitungan kalender bulan.

Namun, perayaan ini ternyata tidak hanya dilakukan oleh warga China. Dari akhir Januari sampai pertengahan Februari, warga Korea, Vietnam, Jepang dan negara-negara lain turut merayakan Tahun Baru Imlek.

Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar bagi warga keturunan Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di negara tetangga geografis dengan China, termasuk Mongolia, Nepal, dan Bhutan.

Di China daratan, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan. Bahkan perayaan ini menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.

2. Imlek kerap ditandai dengan kegiatan mengandung takhayul

Selama perayaan Tahun Baru Imlek, Anda hidup seperti seorang mahasiswa baru. Ini artinya tidak ada mencuci pakaian kotor atau bersih-bersih.

Di atas semua itu, Anda juga tidak boleh mengeluarkan sampah. Ini lantaran dengan melakukan itu semua Anda dikatakan seperti membasuh keberuntungan dan kemakmuran.

Anda hanya akan berkumpul dengan keluarga (terutama mertua) pada hari kedua, yang dianggap sebagai permulaan tahun.

Pada hari ketiga, mengunjungi teman dan keluarga adalah hari di mana Anda akan merasa cemas. Ini karena hari rentan terhadap argumen.

Pada hari ketujuh, adalah waktunya untuk berpesta seperti layaknya perayaan ulang tahun setiap orang.

3. Layanan pacar sewaan melonjak saat Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek bisa berarti mimpi buruk bagi mereka yang lajang, terutama kaum perempuan. Ini lantaran acara kumpul keluarga disorot sebagai ajang interogasi bagi mereka yang lajang dan belum mapan. Tapi sekarang ada solusinya, yakni pacar sewaan.

Situs penjualan terbesar di China, Taobao, memiliki bagian dari penyewaan pacar palsu, sehingga orangtua dan kerabat akhirnya dapat berhenti mengeluh.

Penyewa pacar palsu berkisar Rp 1 juta sampai Rp 16 juta per hari. Namun, paket pacar sewaaan memberikan gratis bagi rangkulan, pegangan tangan, dan ciuman selamat tinggal di pipi. Tapi ada daftar biaya layanan tambahan tertentu.

Untuk paket makan malam dikenakan biaya Rp 97 ribu per jam, sementara untuk menonton bioskop Rp 61 ribu, dan akan digandakan pembayarannya jika menonton film horor, seperti dikutip koran asal China, People's Daily.

4. Petasan digunakan untuk menakuti 'Nian'

Menurut legenda, makhluk buas setengah naga setengah singa bernama 'Nian' akan keluar dari persembunyiannya dan akan menyerang orang-orang, terutama anak-anak, selama perayaan Tahun Baru Imlek.

Namun, Nian memiliki kelemahan, yakni telinganya sensitif terhadap suara berisik.

Zaman dahulu, orang akan menyalakan api pada batang bambu untuk menakut-nakuti Nian.

Tapi saat ini, Anda dapat menonton penampilan kembang api yang memukau di sepanjang tepi laut Hong Kong atau bermain petasan di Hutong, sebuah jalan di Ibu Kota Beijing.

5. Bagi beberapa orang, memakai pakaian dalam merah sangat penting

Merah dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran. Tapi penggunaan warna ini memiliki tujuan tertentu.

Selain takut dengan suara keras, 'Nian' (makhluk buas setengah naga setengah singa)juga takut dengan warna merah. Ini menjelaskan kenapa hampir sebagian besar dekorasi Tahun Baru Imlek didominasi dengan warna merah.

Bagi mereka yang Lahir pada tahun kuda, yakni mereka akan berumur 12 tahun, 24 tahun, 36 tahun, 48 tahun, 60 tahun, 72 tahun, 84 tahun, dan 96 tahun, pakaian dalam merah adalah suatu keharusan.

Ini karena pakaian dalam berwarna merah dapat menangkis kemalangan di tahun ini. Menariknya, istilah celana dalam bahasa Kantonis yakni fu terdengar persis seperti kata untuk kekayaan.