Merdeka.com --- Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok) menegaskan pihaknya merencanakan penghapusan sejumlah pintu perlintasan kereta api. Untuk merealisasikan hal ini, Pemprov DKI bersama pemerintah pusat akan membongkar 12 perlintasan kereta yang bikin macet. "Kalau lahan kereta itu hilang, kereta bisa dibikin satu setengah menit bisa lewat. Itu bisa angkut 3 juta sampai 4,5 juta penumpang per hari. Itu yang kita harapkan," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (16/8). Ahok mengatakan, pembongkaran perlintasan kereta akan berlangsung secara bertahap. Sebab jika 12 titik dibongkar secara bersamaan, maka kemacetan parah tak dapat dihindarkan. "Kalau kita lakukan sekaligus kemacetan di Jakarta akan gila-gilaan. Pemerintah pusat mencanangkan per lima tahun. Kalau sekaligus enggak bisa, enggak ketemu karena jalan terlalu sempit," lanjut Ahok. Namun menurut Ahok, Pemprov keberatan dengan rencana pembongkaran per 5 tahun karena memakan waktu yang terlalu lama. Oleh karena itu jika hitungan sudah keluar, Pemprov ingin mengambil alih proyek pembongkaran perlintasan kereta tersebut. "Ada yang pusat, ada yang kita. Mana yang pusat enggak bikin kita bikin. Tinggal 4 atau 6, Pemprov bikin. Sebagian mau diambil pusat lagi. Pak Gubernur pengennya kalau lama Pak Gubernur yang ambil semua. Enggak tahu pusat mau ngalah yang mana, pusat mau ambil 5 tahun. Pak Gubernur maunya 2 tahun selesai," tutup Ahok. Dalam deskripsi yang disampaikan Ahok, megaproyek perdana akan diterapkan di Senen. Dengan mengikutsertakan PD Pasar Jaya, PT KAI, Jakpro, PT Pembangunan Jaya Senen akan disulap menjadi pasar dengan basis transit oriented development, di mana pasar tersebut terhubung kereta api, apartemen, MRT, terminal dan lain-lain.