Perkenalkan ikon-ikon baru di kancah musik indie yang mempunyai semangat yaitu sebuah karya musik dari hati sesuai dengan Frededom of Expression.   Usai sudah perjalanan panjang penuh perubahan dalam LA Lights Indiefest 2008, sebuah festival band indie terbesar se-indonesia. Tercatat lebih dari 2100 band telah mendaftarkan diri. Dari jumlah pendaftar tersebut disaring sebanyak 400 band (masing-masing 100 band dari 4 area yaitu Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Jakarta) untuk selanjutnya, dewan juri melakukan penilaian tahapan berikutnya mulai dari preview rekaman video, audisi penampilan dengan 120 band sampai babak final area dimana 24 band menunjukkan kemampuan musikalitas mereka.   Dari tahap ini lah dipilih 10 band terbaik untuk tergabung di album kompilasi LALights Indiefest 2008 vol. 3. Kemudian 10 band itu akan membuktikan diri bahwa mereka memang pantas menyandang predikat sebagai finalis LA Lights Indiefest 2008. Dan pada Sabtu [28/2] di lapangan Tennis Indoor Senayan, kesepuluh finalis yang terdiri dari C.U.T.S. [Bandung], Morning Blue [Jakarta], Wai Rejected [Malang], Arcoirish [Jakarta], Sister Morphin [Jogjakarta], the Banery [Jakarta], LastElise [Jogjakarta], Tigapagi [Bandung]. Vickyvette [Bandung] dan Nemesis [Bandung] ini memberikan bukti tersebut di hadapan ribuan penonton.   Untuk lebih mendukung gegap gempitanya konser yang bertema "Festival of Fresh Music for Soul" ini, selain memberikan kemasan pagelaran di tiga stage dengan suguhan nuansa visual selama pertunjukan berlangsung lewat tampilan-tampilan motion dan art yang dirancang utnuk mengiringi iringan musik, pihak penyelenggara juga mengundang sejumlah band kenamaan macam Nidji, Andra & the Backbone, Naif, Rocket Rockers, Efek Rumah Kaca, serta finalis LA Lights Indiefest 2007 yaitu The Morning After.   Dan memang benar, malam itu kesepuluh finalis nampaknya berhasil menjaga predikat yang telah diembannya. Warna-warna psikadelik rock mampu disuguhkan secra apik oleh penampilan Wai Rejected. Band C.U.T.S. juga tampil sangat atraktif dengan mendendangkan nomor "Beringas" yag sarat akan raungan distorsi serta dentuman musik elektro. Sedangkan The Banery sukses mencuri perhatian penonton lewat musik ala The Beatles serta kostum menarik.   Band Tigapagi pun tidak mau ketinggalan ikut amil bagian dalam mencengankan audience lewat sound-sound bernuansa progresif. Perjalanan baru telah dimulai dan saatnya musik mereka makin didengarm serta diharapkan pagelaran ini akan menjadi ikon dan contoh untuk band-band lain untuk ikut berpartisipasi di LA Lights Indiefest 2009 yang telah dibuka pendaftarannya. Untuk keterangan lebih lanjut klik ke www.lalightsindiefest.com. [bello]   This article is published on Trax Magazine banner-ads