Talkmen.com --- Berani Anda mengenal investasi yang satu ini?

Investasi saham biasanya erat dengan risiko sebagai momoknya, namun tidak saat ini.   Jika Anda ingin mencoba, jangan setengah-setangah. Investasi saham membutuhkan totalitas Anda, namun tidak menyita pekerjaan pokok Anda. Cukup fleksibel bukan?  
"You don’t make spending decisions, investment decisions, hiring decisions, or whether-you’re-going-to-look-for-a-job decisions when you don’t know what’s going to happen." -Michael Bloomberg-

Cerdik dalam melihat kesempatan, itu kata Michael Bloomberg, orang terkaya nomor 13 di dunia tahun 2013 versi Forbes. Membahas tentang bagaimana mengumpulkan kekayaan merupakan hal manusiawi untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Apa lagi bagi pria, tuntutan untuk bekerja lebih keras dan menimbun kemakmuran untuk menghidupi keluarga adalah sebuah kewajiban. Itulah bentuk tanggung jawab yang sesungguhnya, dan wujud pembuktian kedewasaan seorang pria. Saat ini Anda mungkin sedang membangun karier dengan penghasilan yang cukup untuk menghidupi diri sendiri, atau masih mampu membantu penghidupan orang terdekat seperti orang tua atau saudara.

Tapi jika melihat orang-orang di sekitar Anda, pasti Anda melihat ada beberapa teman atau kolega yang meraup peruntungan dari suatu investasi. Kata-kata investasi sepertinya memang tak asing akhir-akhir ini. Banyak lembaga finansial yang menawarkan ragam investasi untuk menambah pundi-pundi keuangan Anda yang tentunya berguna di masa depan. Bagi Anda atau kolega yang memang sudah punya banyak pundi uang, investasi properti sampai pertambangan seolah menjadi ladang peruntungan yang bergengsi. Namun, jika Anda sedang dalam usaha untuk mengumpulkan tabungan sedikit demi sedikit, ada beberapa investasi yang sebetulnya menarik untuk dicicipi. Saham, misalnya.

Sejak dulu, saham telah dipercaya sebagai salah stau jenis investasi untuk menambah pundi kekayaan.  

Jangan buru-buru menutup telinga saat mendengar kata saham. Investasi saham bukan lagi momok menakutkan yang membuat Anda jatuh miskin seketika. Kemungkinan itu tetap ada, tapi balik lagi, ladang peruntungan dalam investasi saham saat ini telah didukung oleh teknologi dan basis perhitungan yang begitu sempurna. Berbeda dengan zaman dulu, mungkin hanya telepon atau pager yang diandalkan saat akan melakukan transaksi besar, akibatnya? Ayah Anda mungkin pernah mengalaminya. Itulah mengapa saat ini banyak kalangan eksekutif muda mulai berani untuk menjajal investasi saham sebagai alat memperkaya diri. Dari pada bergantung pada bunga deposito, mungkin besarnya tak seberapa dan cenderung terus mengecil.

Tekad + Cermat = Tepat + Nekad

Bingung dengan rumus di atas? Itu adalah rumusan dasar yang biasanya dianut oleh orang-orang yang menanamkan investasinya dalam bentuk saham. Seperti ucapan Michael Bloomberg tadi, keberanian dan ketepatan adalah segalanya. Saat Anda memutuskan untuk mengenal investasi saham, pelajari secara teliti apakah investasi saham itu. Dalam saham memang dikenal yang namanya risiko, tapi risiko bukanlah hantu yang akan melibas habis uang Anda dalam sekejap. Justru risiko adalah benchmark yang akan menjadi panduan Anda melihat potensi setiap saham yang akan Anda beli atau dilepas nantinya. Anda siap bermain saham? Mulai perhitungkan aset cair yang dimiliki saat ini, persiapkan minimal 15 juta Rupiah.

Saat menyelami investasi saham, bentuk-bentuk grafik pergerakan saham seperti ini akan sering Anda temui. Ada trik mudah untuk membaca grafik ini, coba Anda pelajari!  

Cerdik dalam Membidik

Dalam menyiapkan dana untuk sebuah investasi, pastikan Anda tidak mengambil pundi untuk kepentingan pokok sehari-hari. Dana cadangan tetap harus ada dalam kas Anda sebagai dana antisipasi. Bagaimana cara memulai investasi saham? Kini banyak lembaga finansial yang menawarkan investasi saham dalam bentuk reksa dana atau pembelian saham murni yang dilakukan lewat broker. Anda tinggal mempercayakan pengelolaan dana tersebut dan tetap cerdik dalam membidik pergerakan saham potensial yang terjadi di pasar saham. Misalnya, baru-baru ini ada sebuah perusahaan sekuritas yang mempunyai paket investasi saham dengan potensi keuntungan 2% setiap hari, bayangkan berapa persen keuntungan yang yang akan masuk ke pundi Anda dalam sebulan?

Itulah bedanya strategi permainan saham saat ini dengan zaman dulu. Teknologi bagaikan 'tangan Tuhan’ yang selalu melindungi dan memberikan kemudahan untuk memantau perputaran dana yang Anda investasikan. Jika Anda masih kurang percaya, di Bursa Efek Jakarta rutin diadakan pelatihan dasar mengenai investasi saham yang diadakan secara gratis. Biasanya pelatihan tersebut didukung oleh sekuritas-sekuritas papan atas yang telah mengantongi kepercayaan para investor kelas kakap. Di sana, Anda akan diajari pengetahuan dasar saham, apa itu trading, bagaimana cara memulainya, apa itu cut-loss, bagaimana cara melihat potensi pergerakan suatu saham, sampai bagaimana meramalkan sentimen pasar yang akan berpengaruh pada harga saham.

Cermat, nekad, dan tepat adalah kunci sukses saat berkecimpung dalam investasi saham. Dare to try?  

Risiko Adalah Seni Investasi

Kembali lagi pada masalah risiko, mungkin kata ini masih seperti hantu yang selalu mengganggu tidur pulas Anda. Ubah mindset Anda, jadikan risiko sebagai suatu seni dalam berinvestasi. Bukan bermaksud naif, tapi bisnis tanpa risiko akan terasa hambar. Jangan pernah Anda mengumpat dalam gaya bermain aman saat berinvestasi saham, salah-salah tanpa sadar justru dana Anda habis pelan-pelan karena tidak peka dengan kondisi pasar. Saat Anda menaruh dana Anda pertama kali dalam investasi ini, yakini bahwa suatu saat dana tersebut akan mengalami fluktuasi. Misalkan, Anda menaruh dana sebesar 25 juta Rupiah di awal, ternyata harga saham mengalami penurunan 2%, jangan dulu berkecil hati.

Satu tips dari para pemain saham profesional, tanda-tanda nilai suatu saham akan mengalami peningkatan yang fantastis biasanya ditandai dengan penurunan harga saham dengan jangka 1-4 poin. Hal itu terjadi biasanya akibat aksi jual beli para mogul terhadap suatu saham untuk sekadar menggoyang” pasar saham. Jika nilai saham pada investasi Anda terus menurun tajam, inilah saatnya Anda melakukan tindakan cut-lossuntuk mengamankan dana Anda. Itu dilakukan jika Anda sendiri yang terjun langsung dalam trading saham, namun apa bila Anda mempercayakan dana pada sekuritas, dana Anda tidak akan hilang hanya persentasenya saja yang menurun. Anda tinggal menunggu harga nilai saham tersebut naik kembali secara normal tanpa harus sesak napas melihat pergolakan saham yang terguncang. Sudah siap berinvestasi?