Menteri adalah pekerjaan yang nggak main-main dan punya tanggung jawab besar. Tapi namanya manusia, beberapa kali sering melakukan kesalahan, bahkan untuk orang sekaliber Menteri sekalipun. Tapi, jika kesalahannya fatal banget seperti korupsi, mau nggak mau mereka harus bersedia untuk mundur dari jabatannya tersebut.

banner-ads

Tapi, tahu nggak sih, beberapa Menteri berikut justru memilih untuk mundur padahal kesalahan yang mereka lakukan tersebut terbilang sepele. Berikut ulasannya.

Menlu Swedia mundur gara-gara nonton bioskop

Karir yang cemerlang seorang Menteri Luar Negeri Swedia bernama Laila Freivalds, harus berakhir gara-gara nonton bioskop. Tentu aja ada alasannya khusus mengapa ia memutuskan untuk mundur. Saat itu Tsunami sedang melanda kawasan Asia Tenggara, diperkiraan sekitar 500 warga Swedia tewas karena bencana alam dahsyat tersebut. Alih-alih sigap membantu korban, ia malah asyik menonton film. Akhirnya mantan Menteri Kehakiman ini memutuskan untuk mundur karena ejekan yang ditujukan padanya udah keterlaluan untuknya.

Mendiknas Jeman mundur karena plagiat

Annette Schavan diketahui telah melakukan plagiasi untuk meraih gelar doktoral dan 60 karya ilmiahnya yang lain. Ketahuan melakukan hal yang nggak terpuji itu, membuatnya menjadi bahan gunjingan publik. Hingga akhirnya Annette menulis surat pengunduran dirinya, karena nggak betah jadi bahan bully.

Dua menteri Jepang mundur setelah traktir seseorang

Dua menteri Jepang ini memutuskan untuk mundur dua jam setelah ketahuan menggunakan dana negara untuk mentraktir pendukungnya. Merasa nggak mampu mengelola keuangan dengan baik, Menteri Perdagangan dan Industri serta Menteri Kehakiman ini memutuskan untuk mengakhiri masa jabatannya.

Jika berkaca pada Indonesia, mungkin nggak yah para Menteri yang terpilih sekarang melakukan hal yang sama?