Merdeka.com --- Founders Komunitas Nebengers Andreas Aditya Swasti mengatakan, bergabung dalam komunitas ini modalnya adalah kepercayaan, sehingga soal biaya bensin ataupun tol diserahkan ke kedua belah pihak. Yang jelas, dia tak pernah menyarankan untuk membayar bagi si penumpang atau si pemberi tumpangan.

"Biasanya mereka punya kesepakatan sendiri, sukarela, keduanya saling terbuka kan ada orang yang kalau masalah biaya orang sungkan. Ngakunya enggak butuh tapi ternyata butuh. Intinya saling tahu kami tidak pernah menyarankan biaya, itu terserah kalian, biasanya sharing value," jelas Andreas saat menghadiri HUT ke 2 Komunitas Nebengers di Jakarta, Sabtu (14/12) kemarin.

Dia menambahkan, tarif tak bisa dipatok layaknya angkutan umum lain dalam komunitas ini. Sebab, komunitas yang berdiri sejak dua tahun lalu ini hanya melayani orang-orang yang punya rute jalan searah, bukan antar jemput.

Andreas mencontohkan, sharing value biasa dilakukan misalnya si penumpang membawakan sarapan pagi bagi si pemberi tumpangan. Sehingga kedua belah pihak sama-sama diuntungkan.

"Misalnya saling bawa sarapan kayak susu, karena memang ini kan searah, beda dengan antar jemput, gitu," pungkasnya.