Salah besar kalo lo masih berpikiran film bagus harus dibuat dengan bujet yang cukup besar untuk memperoleh kualitas terbaik dari setiap aspeknya. Bermodal dana Rp250 juta, John de Rantau berani datang ke Papua buat bikin film Denias. Buat John, filmmaker gak boleh cengeng, harus Berani Enjoy bermodalkan tekad dan kamera. Jangan menyerah hanya karena keterbatasan dana atau ada beberapa hal tidak berjalan sesuai rencana awal. Bemodalkan tekad dan kamera, seorang filmmaker harus bisa bercerita tentang kata hatinya. Doi yakin bahwa seorang filmmaker pasti mempunyai cerita untuk difilmkan. Setiap filmmaker itu pasti unik, masalahnya adalah tidak semua punya keberanian dan komitmen untuk mengangkat kamera dan menyelesaikan filmnya. Doi menceritakan pengalamannya ketika membuat film Denias di mana dengan bermodalkan Rp250 juta, dia dan rekan-rekannya nekat ke Papua. Ternyata film ini melampaui ekspektasi mereka dan semakin memantapkan langkah seorang John de Rantau sebagai sutradara. Tekad gak selamanua identik dengan hal serius. Bagi John de Rantau, prinsip utama ketika syuting adalah harus fun. Namun, tetap ketika kamera rolling, semua harus fokus ke adegan. Satu lagi, sebagai sutradara, aktor harus diperlakukan sebaik mungkin dan diberi kebebasan untuk berimprovisasi. Dengan kata lain, aktor harus dibuat