Museum ini terletak di desa kecil di daerah Turki tepatnya di Avanos. Seperti namanya, museum ini menyimpan rambut manusia asli, atau lebih tepatnya rambut wanita. Diciptakan oleh Chez Galip, seorang seniman tembikar Turki.

Museum ini berbentuk sebuah lorong-lorong bawah tanah yang jadi satu dengan toko di bagian atasnya. Nggak kurang dari 16.000 sampel rambut wanita dipajang pada dinding dan atap museum ini. Uniknya lagi, sampel rambut tersebut adalah para wanita yang pernah mengunjungi tempat ini. Nggak hanya rambut aja nih yang ditempel, tapi juga dilengkapi dengan secarik kertas yang berisikan nama dan alamat si empunya rambut.

Museum ini udah dibuka lebih dari tiga dekade yang lalu. Awal pembangunannya dikarenakan teman akrab  Galip yang akan pergi meninggalkannya karena suatu hal. Sebagai kenang-kenangan, kemudian teman Galip yang seorang wanita ini memberikan potongan rambutnya.

Para pengunjung terutama wanita yang ikut sedih mendengar cerita ini kemudian melakukan hal yang sama. Yakni memotong sedikit rambutnya untuk diberikan kepada Galip lengkap dengan nama serta alamat yang ditulis pada secarik kertas.

Galip sejak awal nggak pernah menarik tarif atau pun meminta potongan rambut tersebut. Namun yang bikin para wanita ini ingin memberikan sebagian rambutnya adalah ternyata Galip membuat suatu undian. Jadi, Galip akan memilih secara acak sepuluh sampel rambut yang ada di museum ini, bagi yang terpilih maka akan berkesempatan untuk liburan di Kapadokia selama seminggu penuh.