Merdeka.com --- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan para ilmuwan telah menemukan planet baru 'berbatu', dan dianggap sebagai planet paling dekat seperti Bumi yang ditemukan sejauh ini.

Planet baru bernama Kepler-186f itu ditemukan oleh teleskop Kepler milik NASA. Planet ini berjarak sekitar 500 tahun cahaya dari Bumi, jarak yang membuat planet ini tidak dapat terlihat dengan mata telanjang, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya Jumat (18/4), mengutip laporan BBC.

Planet ini terletak di zona 'layak huni', sebuah jarak tertentu dari matahari di mana bisa terdapat cairan air pada bagian permukaannya. Planet ini menerima sepertiga dari energi yang Bumi terima dari matahari.

Meski massa, komposisi dan kepadatan planet itu masih belum diketahui oleh ilmuwan, tapi para peneliti memperkirakan planet itu lebih besar dari Bumi, dengan radius sekitar 10 persen lebih besar dari Bumi.

Kepler 186f melakukan perjalanan di sekitar sebuah bintang kecil dan dingin di rasi bintang Cygnus. Dari lima planet dalam sistem itu, orbit planet itu merupakan yang terjauh dari bintang tersebut dan berlangsung sekitar 130 hari.

"Meskipun planet itu mengorbit di sebuah bintang yang sangat berbeda dari matahari, tapi planet itu sendiri adalah planet paling mirip dengan Bumi kita yang belum pernah kita temukan sebelumnya,yakni baik ukuran dan jumlah energinya yang diterima dari bintang tersebut," ujar Profesor Kane, seorang astrofisikawan dari Universitas San Francisco, dalam sebuah wawancara dengan BBC.

"Ini adalah berita besar dalam hal pencarian planet yang mungkin mirip dengan Bumi, terutama di mana jenis bintang tempat di mana planet itu mengorbit, yakni suatu bintang sangat kecil, merupakan yang paling umum di galaksi," lanjut dia.

Tim percaya planet itu merupakan sebuah planet berbatu.

"Tampaknya ada sebuah transisi yang terjadi sekitar 1,5 kali dari radius Bumi, sehingga jika planet itu lebih besar, maka planet itu mulai mengembangkan atmosfer sangat besar yang sangat mirip dengan apa yang kita lihat dalam planet gas raksasa di sistem tata surya kita sendiri," jelas Kane. "Dan sesuatu yang kurang dari 1,5 mungkin lebih mirip sebuah planet berbatu seperti yang kita sudah ketahui."