Merdeka.com --- Bukan sekali-dua kali Korea Utara menunjukkan ketidaksukaannya terhadap latihan militer antara Korea Selatan dan Amerika Serikat digelar pekan lalu.

Baku tembak antara Korea Utara dan Korea Selatan dua hari lalu di perbatasan kedua negara menunjukkan Kim Jong-un sedang menyampaikan kode atau pesan kepada Amerika Serikat.

Menurut pengamat Korea Utara sekaligus profesor politik di Universitas Angelo State, Texas, Bruce Bechtol, peluncuran peluru kendali Korea Utara ke Laut Kuning adalah bentuk pesan negeri pimpinan Kim Jong-un kepada para pengambil kebijakan di Amerika.

"Korea Utara seolah bilang, 'kalian boleh latihan militer sesuka hati dan kami juga punya kemampuan menyerang seketika'," kata Bechtol, seperti dilansir surat kabar USA Today, Selasa (1/4).

Amerika dan Korea Selatan selama ini rutin menggelar latihan militer di wilayah perbatasan Korea Utara saban tahun pada Februari dan Maret. Yang teranyar adalah latihan militer pekan lalu.

Korea Utara, kata Bechtol, menganggap latihan militer itu adalah bentuk intimidasi terhadap mereka dan mereka akan merespon tindakan itu.

Jawaban Korea Utara jelas: sejumlah peluru mendarat di perairan Korea Selatan. Mereka menyatakan tindakan itu sebagai respon atas kondisi yang diciptakan Amerika.

"Korea Utara sangat siap meningkatkan serangan ke tahap selanjutnya jika Amerika menganggap ini hanya provokasi," kata pernyataan Korea Utara.

Pekan lalu Korea Utara meluncurkan rudal balistik Rodong yang memiliki kemampuan daya jelajah hingga Tokyo atau pangkalan militer Amerika di Okinawa. Tindakan itu kontan menuai kecaman dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jumat lalu.