Talkmen.com --- Vitamin B12 sebagai sumber tenaga.

Metabolisme tenaga dari Vitamin B12 mayoritas berasal dari protein hewani.   Vitamin B12 yang berasal dari makanan alami akan lebih baik diserap tubuh dibandingkan suplemen tambahan.

Lelah, lemas, sulit mengingat secara umum sering dianggap gejala keletihan akibat lelah bekerja, kurang tidur atau kurang berolah raga. Jarang ada yang memikirkan tentang kurangnya asupan vitamin pada tubuh, atau nutrisi lainnya. Ternyata, menurut sebuah penelitian di Amerika, 1 dari 1000 orang ditemukan kekurangan vitamin B12 dengan berdasarkan gejala tersebut. Tapi, risiko kekurangan vitamin B12 ini akan makin bertambah ketika seseorang memasuki usia paruh baya.

Pola makan sehari-hari bisa menjadi salah satu faktor pemicu kurangnya asupan penting yang diperlukan oleh tubuh. Ajakan kolega atau klien untuk makan di luar, menyebabkan jenis makanan yang masuk cenderung tidak bervariasi. Otomatis, segala macam kebutuhan varian vitamin dan nutrisi tidak terpenuhi. Ancaman kekurangan vitamin juga dialami oleh orang yang tidak suka mengonsumsi daging (sebut saja vegetarian) dan produk olahan susu, mengonsumsi obat tipe acid blocking dan penderita diabetes yang tergantung pada zat Metformin.

Kebanyakan orang mempercayakan multivitamin sederhana dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, tanpa tahu lengkap tidaknya kandungan yang terdapat dalam multivitamin tersebut. Serta cukup tidaknya menyuplai kebutuhan minimum yang diperlukan tubuh.

Mengenal Vitamin B12

Vitamin B12 adalah jenis vitamin paling muda, yang baru teridentifikasi pada tahun 1948. Vitamin ini berasal dari bakteri, ragi, dan merupakan partikel yang sangat kecil di dalam unsur tanah. Tanaman tidak bisa menyimpan vitamin ini, sehingga manusia hanya bisa mendapatkan vitamin B12 dari daging merah, hati, unggas, ikan, dan susu. Sebetulnya kebutuhan vitamin B12 bagi pria dewasa tidaklah terlalu banyak, paling sedikit 2,4 mcg setiap hari. Jumlah harian vitamin B12 yang dibutuhkan bisa didapatkan dari 3 ons daging sapi dan vitamin ini tersimpan di dalam jaringan lemak untuk jangka waktu yang lama.

Alan Pocinki, M. D., seorang ahli internis dan peneliti di Washington berspekulasi bahwa seseorang yang menderita kekurangan vitamin B12 tidak mempunyai cukup lemak di tubuh sebagai tempat untuk menyimpan cadangan vitamin ini. Bisa juga ada orang yang mengalami gangguan pada sistem pencernaan, sehingga tidak bisa menyerap vitamin B12 dengan baik. Solusi terbaik bagi orang yang mengalami kekurangan vitamin seperti ini adalah dengan memberikan suntikan vitamin B12 untuk mencukupi kebutuhan akan vitamin ini.

Seorang vegetarian juga bisa mengalami masalah asupan vitamin B12 ini, karena vitamin ini hanya terdapat pada kandungan hewani saja. Bagi vegetarian, disarankan untuk mengonsumsi suplemen tambahan yang khusus mengandung vitamin B12 untuk menghindari keletihan akut.

Gejala kekurangan vitamin B12 sering disalah artikan sebagai kelelahan biasa akibat beban pekerjaan yang bertubi-tubi. Tapi justru gejala itulah indikasi utama tubuh sedang kekurangan asupan vitamin B12. Biarpun cukup banyak ditemui di masyarakat, beberapa dokter mengatakan mereka lebih mengenal tentang gejala kekurangan vitamin B12 di dalam jurnal medis dibanding dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, jika seorang mengeluhkan kondisi tubuh yang terasa letih dan tidak fit, maka seorang dokter dianjurkan untuk memberikan vitamin B12 sebagai power boost pada tubuh.

Vitamin B12 terkandung secara alami dalam makanan berprotein tinggi, seperti daging atau susu.  

Indikasi Kurangnya Vitamin B12

Jika rasa lemas dan letih yang berlebihan tidak membuat Anda siaga, mungkin yang ini bisa meningkatkan kewaspadaan Anda akan kekurangan vitamin B12: kurangnya vitamin B12 disinyalir bisa menyebabkan penyakit Alzheimer dan Dementia, atau penyakit degeneratif yang berhubungan dengan daya kerja otak.

Walaupun hal tersebut masih menjadi perdebatan di dunia medis, Dr. John Alberti Paccaulo, seorang ahli gizi dari Vancouver Medical and Public Health di Kanada mengatakan bahwa kekurangan asupan vitamin B12 kronis merupakan manifestasi gangguan fungsi syaraf yang dapat berujung pada penyakit Dementia dan Alzheimer.

Selain ancaman dua penyakit itu, ada beberapa penyakit lain yang mengincar seseorang dengan defisiensi vitamin B12. Salah satu yang juga sangat berbahaya adalah pernicious anemiaPenyakit pernicious anemiamerupakan suatu kondisi yang sangat serius di mana sel darah tidak dapat berkembang secara sempurna.Belum lagi gangguan asma dan kecenderungan lebih mudah terkena depresi, terutama bagi Anda yang memiliki beban pekerjaan di bawah tekanan. Dan terakhir, momok terberat yang patut diantisipasi adalah menurunnya kualitas sperma.

Untuk mewaspadai kekurangan vitamin B12, Anda bisa mengenalinya lewat gejala-gejala umum yang biasanya dirasakan bila seseorang menderita kekurangan vitamin B12. Lemas dan letih adalah di antaranya, namun bila Anda merasakan gejala-gejala seperti paranoid, nafsu makan berkurang, detak jantung berdebar lebih cepat dari biasanya, pusing-pusing, diare, wajah pucat, hingga nafas cenderung tersengal juga merupakan pertanda bahwa Anda kekurangan vitamin B12.

Penyakit kronis yang timbul akibat kekurangan Vitamin B12 adalah Alzheimer.  

Namun jangan serta merta Anda berpikir bahwa vitamin B12 adalah ramuan ajaib yang mampu memulihkan kondisi fisik yang sedang hangover. Lupakan stigma tersebut! Vitamin B12 bukan zat aktif yang mampu melakukan proses detoksifikasi pada tubuh Anda. Irwin H. Rosenberg, seorang professor di Friedman School of Nutrition di Tuft University mengatakan jika suntikan vitamin B12 tidak akan berdampak apapun bagi orang yang tidak mengalami kekurangan asupan vitamin ini. Tidak ada efek samping jika tubuh dimasuki vitamin B12 dengan dosis berlebih karena sama seperti vitamin C, zat sisa itu akan dilarutkan ke dalam urin.

Sebelum menyesal dan terlambat, ada baiknya Anda melindungi diri dengan menyerap vitamin B12 secukupnya dari mana saja. Vitamin yang di dapat dari makanan akan lebih baik bagi tubuh Anda (terkecuali porsi makan Anda yang tidak terkontrol, salah-salah menjadi obesitas). Minumlah suplemen khusus vitamin B12 ini jika perlu, lebih baik diimbangi dengan pola makan dan aktivitas fisik yang seimbang pula. Dengan keseimbangan pola nutrisi dan vitamin yang sempurna, dipastikan Anda akan memiliki energi baru setiap hari!