Pada Jumat (13/11/2015), kota Paris dibombardir teroris. Aksi brutal teroris yang diduga ISIS menelan lebih dari 128 korban meninggal dunia.

Dilansir dari Daily Mail, Presiden Francois Hollande telah mendeklarasikan darurat nasional. Seperti diketahui, Prancis terakhir kali menerapkan darurat militer pada Perang Dunia II.

Dalam pidatonya, Hollande telah meminta militer untuk memastikan tidak ada serangan lagi. Ia juga meminta perbatasan Prancis ditutup.

Dan, dengan tegas, Hollande menuding ISIS merupakan dalang teror ini. Ia pun siap memerangi teroris tanpa ampun.

Pemerintah Prancis secara resmi menyatakan terjadi tujuh serangan di enam tempat berbeda. Sampai saat ini, jumlah korban tewas tercatat sekitar 128 korban, dan diperkirakan akan bertambah.