Masih sangat banyak fenomena alam semesta yang belum terungkap oleh para ilmuwan, seperti apa yang juga terjadi pada planet tetangga jauh bumi, Yupiter. Baru-baru ini ditemukan sebuah fenomena keren berupa hujan cahaya seperti neon di perut planet terbesar di sistem tata surya tersebut.

Komposisi Yupiter emang sangat jauh beda dengan bumi. Jika bumi terdiri dari batuan padat cair, di planet tersebut sebagian besar terdiri dari gas. Walaupun komposisi terbesarnya terdiri dari gas, tapi planet yang punya sangat banyak satelit alami ini, nggak bisa melakukan reaksi nuklir yang bisa mengeluarkan cahaya dan panas seperti apa yang dilakukan oleh matahari.

Terus, dari mana asal cahaya neon keren itu? Cahaya keren tersebut berasal dari serangkaian aktivitas unik yang lumayan panjang. Jadi, ketika Yupiter melakukan rotasi, muncul lah sebuah fenomena geologi aneh. Yakni gas-gas yang menjadi penyusun planet ini ikut berputar dan masuk lebih dalam ke inti planet tersebut.

Rotasi tersebut menyebabkan terjadinya pusaran gas, kemudian gas-gas yang terjebak dalam pusaran itu kemudian bertransformasi menjadi bentuk cair. Seperti yang udah diketahui, Yupiter terdiri dari banyak gas penyusun, misalnya helium, hidrogen dan neon.

Nah, ketika neon ini bersinkronisasi dengan helium, maka gabungan kedua gas tersebut menjadi semakin meningkat suhunya dan akhirnya menghasilkan cahaya warna-warni. Nah cahaya-cahaya ini lah yang kemudian disebut hujan neon yang saling berkelip di perut Yupiter.