Hampir nggak ada seorang pun yang mengaku menyukai sains dan nggak kenal dengan Albert Einstein. Hampir semua penelitian ilmuwan asal Jerman tersebut digunakan sebagai acuan literatur keilmuan. Termasuk rumusnya yang paling terkenal, yaitu E=MC2. Siapa yang nyangka sih jika teori tersebut menjadi penentu kemenangan sekutu atas negara-negara adidaya semisal Jerman, Italia dan Jepang.

Seperti yang udah kamu tahu, Enstein adalah seorang keturunan Yahudi, dan pada saat itu Jerman lewat Nazi tengah giat-giatnya memburu orang-orang tersebut. Ilmuwan cerdas itu pun juga nggak ketinggalan masuk dalam daftar yang harus dibunuh. Bahkan Hitler bakal memberi hadiah sebesar Rp 80 juta kala itu, bagi siapa aja yang mampu membawa kepala imuwan kelahiran tahun 1879 itu.

Merasa terancam, akhirnya Einstein pindah ke Amerika Serikat dan berpindah kewarganegaraan. Sial bagi Jerman, pasalnya di tempat ini lah sang ilmuwan cerdas mengembangkan rumus fenomenal E=MC2. Hal tersebut ternyata mampu dikembangkan menjadi formula untuk membuat bom atom, dan ternyata berhasil.

Berbekal senjata mematikan itu, sekutu pun berhasil melumpuhkan negara-negara adidaya tersebut termasuk Jerman. Kalau kamu ingat, Jepang juga pernah menjadi korban keganasan pengaplikasian rumus Einstein tersebut. Kota Hiroshima dan Nagasaki hancur lebur nggak bersisa.

Kekalahan telak negara-negara tersebut membawa kemenangan besar untuk sekutu. Sedangkan nasib Hitler sendiri juga sama nahasnya. Ia ditemukan tergeletak dengan luka tembak di kepala yang dilakukannya sendiri. Semua kemenangan tersebut disebabkan karena Einstein dengan rumus terkenalnya itu.