Penghargaan untuk 6 penumpang kereta yang lumpuhkan teroris, cegah aksi penembakan di kereta cepat.

Tiga warga Amerika dan seorang warga Inggris yang kompak melumpuhkan pelaku penembakan di kereta api di Paris, menerima penghargaan dari pemerintah Perancis. Spencer Stone, Alek Skarlatos, Anthony Sadler (AS) dan Chris Norman (Inggris), menerima penghargaan Legion d’honneur dari Presiden Francois Hollande di Elysee Palace, Paris (24/8).

Selain mereka berempat, ada lagi dua penumpang yang akan menerima penghargaan serupa esok hari. Legion d’honneur merupakan penghargaan tertinggi untuk warga yang berjasa bagi negara di Perancis.

Para penerima penghargaan ini adalah penumpang kereta cepat Thalys yang menghubungkan Belanda dan Belgia menuju Paris, Jumat lalu (21/8). Mereka melumpuhkan, Ayoub El-Khazzani, warga negara Maroko yang diduka dari kelompok radikal. Ia bermaksud melakukan penembakan terhadap penumpang kereta.

"Kami memberikan peghargaan untuk empat orang ini, berkat keberanian mereka, telah menyelamatkakn banyak nyawa. Atas nama Perancis, saya mengucapkan terima kasih. Seluruh dunia mengagumi keberanian kalian. Ini mesti jadi contoh untuk kami. Kalian mempertaruhkan nyawa untuk membela kebebasan," kata Hollande saat menyerahkan penghargaan. "Kalian memberi kami pelajaran tentang keberanian, dalam kehendak, dan juga harapan."

Selain keempat penerima penghargaan dan perusahaan kereta api Perancis (SNCF), upacara juga dihadiri Perdana Menteri Belgia Charles Michel dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Perancis, Jane Hartley.

Legion d'honneur merupakan penghargaan yang pertama kali diberikan oleh Napoleon Bonaparto pada 1802. Penghargaan ini punya 5 kategori, Chevalier, Officier, Commandeur, Grand Officier, Grand Croix. Para penumpang heroik ini menerima penghargaan yang paling seirng diberikan, 'The Chevalier'. Penghargaan ini biasanya diberikan untuk pengabdian sedikitnya 20 tahun atau tindakan keberanian oleh militer maupun warga sipil.