Teknoup.com --- Kembali ke belakang, BlackBerry menjadi platform yang disukai oleh pengguna bisnis karena jalur data yang ekslusif sehingga aman, desain handset yang mewah dan profesional, dan tentunya keyboard QWERTY yang nyaman digunakan. Seiring berkembangnya dunia elektronik, ponsel berlayar sentuh mulai menjamur dan orang-orang juga mulai melirik platform yang tidak melulu menawarkan hal yang serius seperti surel, perpesanan instan, serta telepon dan SMS. BlackBerry sudah berusaha untuk memenuhi kemauan pasar dengan merilis platform BlackBerry 10, dan sayangnya platform tersebut tidak dapat memenuhi kemaunan pasar akan banyak, populer, dan berkualitasnya ketersediaan aplikasi.

Pangsa pasar BlackBerry di Indonesiapun semakin tergerus dari waktu ke waktu. Berdasarkan IDC, sebuah lembaga peneliti pasar IT dan telekomunikasi Amerika, pengapalan perangkat BlackBerry mencapai 14% dari total pengapalan smartphone ke Indonesia tahun lalu yakni 11 juta unit. Tentunya angka ini bukan menggambarkan besarnya penjualan. Saat ini popularitas BlackBerry di Indonesia tertutup oleh vendor lain seperti Samsung, Sony, Smartfren, dan Lenovo, berdasarkan data pengapalan IDC antara tahun 2009 dan 2013. Vendor-vendor tersebut menggunakan sistem operasi terbuka berbasis Linux, Android. Sedangkan BlackBerry masih menggunakan sistem operasi tertutup buatan mereka sendiri.

Perilisan aplikasi BBM ke sistem operasi Android dan iOS juga seperti pedang bermata dua, di satu sisi mempertahankan ke-eksisan BlackBerry, namun sisi lainnya malah semakin membuat handset buatan mereka tidak diminati pasar.

main_mid.[7]