Loe mungkin pernah dengar bahwa semua bangunan modern di Jepang sudah anti gempa. Tapi loe pernah denger nggak kalau ternyata bangunan rumah tradisional Indonesia juga ternyata tahan guncangan?

Hidup di Indonesia yang punya aktivitas tektonik tinggi dan rawan gempa, masyarakat tradisional masa lalu ternyata sudah punya solusi untuk bangunan. Ternyata, rumah-rumah tradisional Indonesia di zaman dahulu dibangun anti guncangan.



Rumah-rumah ini masuk ke dalam kategori vernakular. Bangunan yang ada di dalam kategori ini adalah yang kuat terhadap lingkungan fisik seperti iklim, gempa dan angin, seperti kebanyakan rumah adat di Indonesia. Selain itu, materialnya yang ringan seperti kayu dan bambu juga membuatnya sangat tahan gempa.

Rumah Gadang asal Minangkabau, Sumatera Barat, adalah salah satunya. Konstruksi atap yang berbahan ijuk dan bahan bangunannya yang tradisional membuat Rumah Gadang sangat tahan gempa. Rumah Woloan dari Sulawesi Utara juga demikian. Terbuat dari kayu cempaka dan besi, rumah ini hits di mancanegara dan pernah diimpor oleh Argentina dan Venezuela bro.



Selain itu ada juga rumah Omo Hada dari kayu yang asli Nias. Ketika dilanda gempa 2010 lalu bangunan ini masih kokoh berdiri di Nias, walaupun posisinya agak sedikit bergeser. Beberapa rumah anti gempa asli Indonesia lainnya adalah Rumah Laheik dari Nias dan Rumah Tua Bali Utara.

Indonesia keren ya!