Merdeka.com --- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) salah ketik saat menulis ucapan duka cita dan penanganan gempa Lombok di akun twitternya. SBY menulis BPNB yang harusnya lembaga menangani bencana adalah BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). SBY pun langsung meralat ketikan dia yang sempat salah tersebut. "Terima kasih atas koreksi tweeps. Lembaga yang saya maksud utk tangani bencana adalah @BNPB_Indonesia. *SBY*," tulis SBY di twitternya, Senin (24/6). Namun, sebagai orang nomor satu di Indonesia, salah ketik yang dia lakukan banyak mendapat tanggapan oleh para pengikutnya (followers). Mereka banyak yang mencibir atas salahnya ketika itu. "Pak BeYe typo nih yee.. BNPB Pak!! RT @SBYudhoyono: Indonesia berduka. Gempa di Lombok & banjir bandang di Sumba Timur. Saya telah...," tulis akun twitter @bazkoro. "Typo yah pak? Yg bener BNPB RT @SBYudhoyono: Indonesia berduka. Gempa di Lombok & banjir bandang," tulis akun twitter lainnya @ULANDdarlis. Mesti demikian, banyak pula yang menganggap kesalahan ketik merupakan hal yang wajar. Hal itu dianggap karena seorang presiden juga manusia biasa. "@SBYudhoyono ndakpapa, Pak. Typo itu wajar, apalagi udah malem," tulis akun twitter @Somaainur. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan ucapan duka cita atas musibah gempa di Lombok, Sabtu (22/6). SBY memerintahkan TNI dan Polri segera menangani musibah tersebut. Namun, SBY keliru saat menuliskan kata 'BPNB'. Harusnya, SBY menuliskan kata BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). "Indonesia berduka. Gempa di Lombok & banjir bandang di Sumba Timur. Saya telah instruksikan BPNB, Gub, TNI & Polri utk segera tangani. *SBY*," tulis SBY dalam akun twitter miliknya, Minggu (23/6).