Singapura, Sabtu (8/6) sekitar pukul 18.05 merupakan waktu dimana politisi senior yang tak lain adalah suami dari Megwati Soekarno Putri, Taufiq Kiemas menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelum Taufiq menghembuskan napas terakhir, sang istri tercinta, Megawati selalu mendampingi. Putri dari Presiden pertama RI itu tak kuasa menahan air mata, begitu suami tercinta meninggalkannya untuk selama-lamanya. "Setelah merayakan Hari Lahir Pancasila di Ende, Nusa Tenggara Timur, Pak Taufiq kelelahan. Beliau kemudian langsung dibawa ke Singapura untuk dirawat. Ibu Mega terus menemani, begitu juga Mbak Puan," ungkap TB Hasanuddin. Sebelumnya, Taufiq Kiemas kerap bolak-balik masuk rumah sakit. Beberapa waktu lalu, almarhum sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Australia, lantaran menderita sakit jantung. Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari menjelaskan, Taufiq Kiemas mengalami sakit komplikasi. "Dirawat di Singapura. Pak Taufiq memang sudah kritis," ujar Hajriyanto. Pak Taufik dimakamkan di Taman Makam Kalibata disamping mendiang ibunya. Taufiq Kiemas memulai karier politiknya ketika dibangku mahasiswa dengan bergabung sebagai anggota GMNI. Kemudian ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR-RI pada tahun 1992. Selama masa Orde Baru, karier politiknya banyak dikebiri oleh pihak penguasa. Kariernya mulai cemerlang, ketika rezim Soeharto tumbang. Pada Pemilu 1999, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) keluar sebagai pemenang. Kemenangan ini mengantarkan istrinya menjadi Wakil Presiden dan kemudian Presiden Indonesia kelima. Kini sebagai salah satu tokoh penting di partai, ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu). Ia kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2009