Memang kalau mau digali-gali lagi, kebanyakan referensi soal indie pasti jatuhnya ke Inggris Raya. Di tahun 80-an kata Indie bisa dikatakan merupakan sinomim dari gerakan musik C86 di Inggris. Apa sih gerakan C86? Ini sebenarnya adalah gerakan penjualan kaset melalui pemesanan langsung lewat pos yang dilakukan oleh New Musical Express di tahun 1986. Dalam perkembangannya kemudian, gerakan ini merepresentasikan gerakan dalam musik indie yang saat itu dipenuhi dengan gaya twee, potongan rambut yang seragam. Band yang terkenal waktu itu adalah The June Brides dan Biff Bang Pow!. Merekalah yang kemudian menginspirasi band macam Talulah Gosh, Razorcuts dan BMX Bandits. 10 tahun kemudian kata indie melekat kuat pada band-band Britpop yang kemudian malah menjadi band kelas dunia, merajai tangga lagu dan juga akhirnya masuk ke dalam label rekaman besar. Dimasa ini lahirlah band-band seperti Blur dan Oasis (yang paling terkenal) dan juga lahir pula Suede, Pulp, Ocean Colour Scene, Supergrass, The Verve dan Radiohead. Ketika Britpop menjadi selera massal, di Amerika tumbuh aliran anti dari Britpop, yaitu grunge. Kemunculan band-band muda seperti Nirvana, Mudhoney, Pearl Jam, Soundgarden dan Alice in Chains, berusaha untuk meredam kehadiran Britpop. Saat ini, kata-kata indie banyak ditujukan untuk band-band aliran new wave seperti Franz Ferdinand dan The Killers. Lho tapi kan kedua band ini udah ngetop sekarang? Nah jangan salah, kata indie yang suka disamain gitu aja dengan pembangkangan anak muda dari major label dan pasar kapitalis ternyata juga nggak tepat. Soalnya masa' sebuah band indie nggak bisa jadi band yang sukses dan akhirnya disukai banyak orang? Sebenarnya musik dan band indie tetaplah sebuah musik dan band indie dan ini sebenarnya sama sekali nggak ada hubungannya dengan kebebasan komersial yang ada. Hanya saja jalur yang ada sekarang adalah, bila sebuah lagu jadi populer (nggak peduli itu lagu indie atau mainstream) dampak sampingnya adalah si artis atau band bakal dilirik oleh major label dan band-band lain yang memang berorientasi komersil yang kesemuanya berusaha untuk mengimitasi gaya yang ada. Kalau sudah begini lagu-lagu yang diproduksi bakalan memiliki gaya mirip-mirip dengan musisi indie yang pertama kali mempopulerkan suara tersebut. Hmmm jadi kalau sudah begini apakah musik itu masih bisa disebut musik indie? sumber foto: www.ccel.org