Demam Spiderman timbul ketika penayangan Spiderman 3 di bioskop-bioskop di Indonesia. Walaupun filmnya sendiri menuai opini positif dan negatif, Spiderman tetap seorang tokoh yang digilai oleh banyak orang. Apa lagi kalau bukan karena gayanya yang tengil namun terlihat cool. Spiderman bukan cuma telah menjadi tokoh Marvel yang paling populer. Ia juga merupakan superhero favorit di seluruh dunia.
Pada awal kemunculannya di tahun 1960an, kala itu karakter remaja di komik superhero biasa diasosiasikan dengan sidekicks, atau karakter pendamping, lihat saja Robin, Aqualad, Jubilee, atau Kid Flash. Komik Spiderman langsung menampilkan seorang tokoh remaja yang jadi jagoan utama. Seorang tokoh remaja dengan obsesi untuk menanggulangi penolakan dan kesendirian. Karakter ini langsung membuat pembaca muda jatuh hati.
Marvel telah menerbitkan beberapa seri buku Spiderman. Yang pertama adalah The Amazing Spiderman. Dari tahun ke tahun, karakter dari Peter Parker (nama asli Spiderman) telah berkembang dari seorang anak SMA yang pemalu, menjadi mahasiswa yang bermasalah. Spiderman juga telah menjadi anggota team superhero bernama The Avengers.
Sisi kemanusiaan Spiderman juga dinilai dekat dengan manusia pada umumnya. Itu lah yang membuatnya bisa membuat fans menyukainya secara emosional. Sebuah polling yang diadakan oleh Esquire menyebutkan bahwa Spiderman adalah tokoh revolusioner favorit mereka, bersanding dengan Bob Dylan, Che Guevara, dan Hulk.