Teknoup.com --- Mungkin sebagian Anda menyadari dan menganggap mantan CEO Nokia, Stephen Elop merupakan ''kuda troya'' Microsoft. Mengapa ia mendapat sebutan seperti itu? Karena Elop memang awalnya karyawan Microsoft yang akhirnya pindah ke Nokia. Singkatnya semenjak dipegang oleh Elop, nilai perusahaan Nokia semakin menurundan hingga pada akhirnya dibeli oleh Microsoft dengan harga yang tergolong murah untuk sebuah perusahaan yang sempat menguasai dunia. Dan tak mengejutkan Elop kembali ke pangkuan Microsoft sebagai salah satu pemegang jabatan tinggi.

Dalam sebuah sesi tanya jawab Elop menyangkal cerita tersebut, dan memberi pembelaan atas keputusan membuang Symbian yang sempat menjadi raja sistem operasi, dengan mengatakan ''Kita tidak bisa terus mempertahankan Symbian untuk bersaing di tingkat yang kompetitif, sebagai contoh, iPhone telah dikapalkan tiga tahun lebih dahulu!'' ''Masalah kuda troya, saya hanya bekerja sebagai perwakilan pemegang saham Nokia saat bekerja disana. Sebagai informasi tambahan, semua keputusan mendasar bisnis dan strategi dibuat atas dukungan dan persetujuan jajaran eksekutif Nokia.''

Tentu saja pemegang saham Nokia tidak sepenuhnya menghargai usaha Elop. Faktanya beberapa pemegang saham saat pertemuan umum Nokia November lalu secara terang-terangan menyalahkan Elop dengan menjelaskan perannya di perusahaan merupakan bencana yang membuat Nokia ke akhir jalan, dan berujung ke pemakaman ponsel Nokia. Hal ini bukan berarti Elop salah membuang Symbian dan menggantikannya dengan Windows Phone, namun terlihat bahwa keputusan-keputusan yang dilakukannya saat menjadi CEO Nokia tergolong kontroversial.