Dini hari tadi tepatnya pada pukul 00.35 WIB, prosesi pelaksanaan hukuman mati udah selesai dilakukan. Tercatat ada delapan narapidana yang udah dieksekusi. Loe mungkin bertanya-tanya, harusnya ada 9 orang yang harusnya meninggal hari ini. Yup, bener banget! Satu orang lagi masih ditangguhkan eksekusinya. Pelaksanaan hukuman mati kepada terpidana Mary Jane dibatalkan sesaat sebelum regu tembak menarik pelatuk senapannya.

Kisah penyelamatan dramatis ini terjadi lantaran rekan Mary Jane bernama Maria Cristina Sergio menyerahkan diri ke kepolisian Nuefa Ecija, Filipina. Diketahui, Maria ini adalah tersangka utama yang memasukkan barang bukti ke dalam tas Mary Jane dan membuat ibu dua anak ini harus menghadapi hukuman mati.

Mary Jane sendiri adalah buruh yang bekerja di bawah manajemen Maria Cristina. Ketika akan melakukan perjalanan ke Yogyakarta sebagai tenaga kerja, Maria menyelundupkan barang bukti ke dalam tas wanita Filipina ini. Hingga akhirnya ditangkap, diadili dan diputuskan dengan hukuman mati.

Keluarga yang mengetahui kabar ini pun senang bukan kepala mendengar Mary Jane selamat dari eksekusi. Muncul lagi harapan jika Mary bisa sepenuhnya hidup meskipun harus menerima ganjaran berupa kurungan penjara nantinya.

Meskipun eksekusi tembak dibatalkan, tentu aja Mary Jane belum benar-benar bisa diampuni. Masih banyak penyelidikan dan pengembangan kasus yang juga merambah ke arah human trafficking ini. Fakta unik di balik penyerahan Maria Cristina ke kepolisian setempat adalah takut dengan kehidupannya jika Mary Jane benar-benar dieksekusi mati. Hmm, what do you think, Guys?