Awalnya menyerang Taiwan dengan kecepatan angin lebih dari 230 km/jam. Di CIna lebih dari 1,5 juta orang menderita dan kerugian diperkirakan mencapai 644 juta dollar AS.

Kawasan Cina Tenggara mengalami kerusakan parah akibat hantaman Taifun Soudelor. Ribuan orang dievakuasi dan listrik mati di kawasan Fujian dan Zhejiang sejak Sabtu lalu. Hingga hari ini, setidaknya 14 orang tewas karena banjir dan tanah longsor yang diakibatkannya.

Di beberapa kawasan hujan turun selama 24 jam, dengan curah hujan mencapai 70 cm. Ini merupakan curah hujan tertinggi selama 120 tahun terakhir. Taifun ini awalnya menyerang Taiwan dengan kecepatan angin lebih dari 230 km/jam. Merobohkan pohon, baliho dan billboard serta memicu longsor. Sedikitnya 6 orang tewas dan beberapa hilang. Menurut perwakilan Taiwan Power Co, gara-gara taifun ini, sekitar setengah juta warga Taiwan hidup tanpa listrik.
Begitu mencapai daratan Cina, Taifun Soudelor melemah menjadi badai tropis. Tapi tetap saja kerusakan yang ditimbulkan cukup parah. Fujian mesti mengumumkan darurat taifun hingga level tertinggi untuk mengantisipasinya. Sekitar 163 ribu orang dievakuasi ke daerah lebih tinggi.

Lebih dari 100 ribu pohon tumbang dan banjir dimana-mana. Kereta tak beroperasi, penerbangan dibatalkan dan sekolah diliburkan. Evakuasi lebih besar-besaran juga terjadi di kota tetangganya, Zhejiang. Menurut kantor berita Cina, Xinhua, lebih dari 1,58 juta orang menderita karena badai ini. Kerugian yang diakibatkannya karena kerusakan bangunan dan pertanian, diperkirakan mencapai 644 juta Dollar AS.