Talkmen.com --- Bandara dan mal di Indonesia memiliki popularitas lebih tinggi ketimbang Universal Studios.

Apa yang terjadi di dunia nyata kerap kali tercatat di dunia maya. Setiap hari, orang mem-posting berbagai hal mengenai topik serta peristiwa yang penting bagi mereka – mulai dari mengumumkan pertunangan, berita terkini, atau bahkan merayakan atlet favorit atau tim olahraga. Facebook sebagai salah satu jejaring sosial terbesar memiliki buku besar peristiwa, momen, serta tempat yang menjadi bagian penting dari kehidupan pengguna Facebook sepanjang tahun 2013. Perbincangan yang terjadi di Facebook memberikan gambaran unik atas apa yang terjadi di dunia ini.    Menurut survei, tempat dengan peringkat pertama paling banyak dikunjungi oleh pengguna Facebook dari seluruh dunia adalah Disneyland Amerika Serikat. Beberapa tempat di Indonesia juga masuk ke dalam peringkat lokasi yang dibahas. Sebut saja Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali (peringkat 373), Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta (peringkat 474), Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta (peringkat 839), dan Grand Indonesia Shopping Town (peringkat 936), kerap menjadi bahan perbincangan di dunia maya. Bahkan mengalahkan Universal Studios di Orlando, Amerika Serikat (peringkat 940) dan Legoland, di California Amerika Serikat (peringkat 929).   Lebih baik? Belum tentu. Hal ini bisa jadi dipicu oleh kebiasaan masyarakat dunia maya yang gemar check-in di berbagai lokasi. Kebetulan saja, lebih banyak orang yang check-in di tempat-tempat tersebut ketimbang lokasi wisata yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Ini belum berbicara kenapa tempat-tempat-yang terkenal ramai sesak- tersebut menjadi topik perbincangan, yang mungkin kalau dicari tahu lebih mendalam, lebih banyak jelek ketimbang bagusnya. Toh, secara tidak langsung fakta ini menjadi rapor bagus bagi pihak humas bandara dan mal. Karena tempat mereka bekerja lebih check-in-able ketimbang Monas atau Taman Mini sekalipun yang notabene merupakan destinasi wisata Tanah Air. Mungkin para humas tersebut berniat melamar pekerjaan di Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia?