Setelah sukses besar lewat versi film, kini tim The Raid mencoba peruntungan mereka lewat komik. Versi komik ini menawarkan sesuatu yang berbeda ketimbang film. Penasaran? Produser film The Raid, Aryo Sagantoro bilang kalau The Raid versi komik tidak sama persis seperti versi filmnya. Ada beberapa gambar yang dipotong. Tapi ada juga sudut pengambilan gambar yang tak ada di versi film. Aryo sadar betul kalau komik punya kelebihan membuat angle gambar yang tak bisa dilakukan oleh film. Karenanya komik ini dibuat agar gimana caranya yang gak ada di film, bisa kelihatan di komik. Gak cuma itu, ada satu adegan dalam komik yang tak ada di film. Adegan itu sendiri sebetulnya merupakan pengembangan dari salah satu adegan di film. Komik ini sendiri dibuat dengan format hitam putih untuk mengurangi efek berdarah-darah akibat adegan brutal seperti di film. Selain itu versi film yang tak terlalu banyak menggunakan warna juga mendukung format hitam putih untuk versi komiknya. Yang hebat, para komikus gak punya banyak waktu buat kelarin komik ini. Mereka terlebih dulu diharuskan nonton film The Raid kemudian diminta membuat komik dengan karakter seperti di film tersebut. Hasilnya, komik ini cuma makan waktu sebulan hingga akhirnya diterbitkan. Alasan kuat kenapa tim The Raid mau membuat komik ini adalah ingin menciptakan jagoan lokal buat anak-anak Indonesia. Sosok Iko Uwais yang berperan sebagai Rama diharap bisa jadi idola lokal yang bisa bersaing dengan superhero impor. Yang jelas Aryo dan sutradara Gareth Evans ngaku puas dengan komik ini. Komik hitam putih ini udah bisa dibeli di toko buku dengan harga Rp. 35000. Penjualan komik ini juga sepertinya cukup sukses, soalnya udah masuk daftar tunggu buat cetakan kedua.