Setelah Polri vs DPR, kini ada lagi kasus lain yang menyita perhatian dari lembaga negara. Ya, siapa lagi kalau bukan TNI AU vs Kopassus yang lagi ramai dibicarakan. Bentrok terjadi di antara keduanya. Mulai dari perkelahian antar anggota, hingga 'perang' antara sesama pejabat tinggi. Ada apa nih?

Beberapa waktu lalu, seorang anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes AU bernama Serma Zulkifli tewas setelah adu jotos dengan beberapa anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan di daerah Sukoharjo. Sejumlah prajurit lain juga mengalami luka dan cedera.

Usut punya usut, perkelahian yang terjadi di Karaoke Bima, Solo Baru itu diindikasikan ada pengaruhnya dengan alkohol, lho. Hal itu diutarakan oleh Komandan Denpom Kodam IV/Diponegoro, Kolonel CPM Arief Wibowo Djadi. "Kejadian di Sukoharjo itu ada indikasi pengaruh alkohol. Kami masih memeriksa barang bukti di CCTV," kata Arief saat ditemui di Mako Denpom IV/4 Surakarta.

Namun, ditambahkan Arief, pihaknya masih harus melakukan investigasi lebih lanjut. Sementara itu, Panglima TNI Jendral Moeldoko juga menegaskan bahwa akibat perkelahian tersebut, prajurit yang terlibat akan dikenakan sanksi yang berat. "Itu persoalan oknum, pokoknya intinya tindak tegas nggak ada cerita," kata Moeldoko usai raker dengan Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/6).



Di lain pihak, mantan Kepala Staf TNI AU Chappy Hakim marah dan berkicau di Twitternya. Ia beranggapan bahwa selama ini negara tak pernah menghargai peran TNI AU. "Paskhas AU di Airport CGK diganti Marinir. Halim untuk penerbangan komersial. Panglima TNI belum tentu AU. Negeri ini memang tidak butuh Angkatan Udara. Bubar saja," tulis Chappy Hakim lewat akun twitternya, Kamis (5/6) kemarin.

"Puluhan tahun keberadaan AU tidak dihargai sama sekali di negeri ini. Mungkin memang lebih baik dibubarkan saja daripada terjadi degradasi moral anggotanya," kicau sang Marsekal.

Huft! Semoga masalah ini cepat terselesaikan dengan baik ya, Bapak-Bapak penjaga keamanan negara.