Merdeka.com --- Pada tanggal 14 Maret lalu, otoritas Peru menahan empat turis Amerika, karena kedapatan mengambil foto dalam keadaan telanjang di Machu Picchu. 

Seperti dikutip dari Peruvian Times, insiden serupa juga terjadi awal pekan ini, ketika pihak berwenang menangkap dua warga Kanada dan dua warga Australia karena telanjang di situs peninggalan suku Inka tersebut. 

Sejauh ini, ada 2.013 insiden yang dilaporkan CNN terjadi di situs yang terletak 2.430 meter di atas permukaan laut itu. Mereka umumnya bertelanjang bulat di sekitar lapangan rumput Machu Picchu atau di sekitar area tangga batu. 

Website My Naked Trip baru-baru ini juga menampilkan gambar seorang pria Israel bernama Amichay Rab, yang tampak berpose telanjang di seluruh Amerika Selatan, termasuk Machu Picchu. Kementerian Kebudayaan Peru mengecam keras tindakan wisatawan yang berkeliaran dalam kondisi telanjang di Machu Picchu sebagai perilaku tidak sopan, dan merupakan kejadian yang mengancam warisan budaya. 

"Ada beberapa tempat di dunia yang memperbolehkan wisatawan menanggalkan semua pakaian mereka, tapi mereka tidak dapat melakukannya di semua tempat," ungkap Alfredo Mormontoy Atayupanqui, Direktur Sumber Daya Arkeologi Kementerian Kebudayaan Peru, kepada CNN.

Menurut Alfredo, aturan itu sudah tertulis jelas di bagian belakang tiket masuk, yang menyebutkan bahwa wisatawan dilarang keras untuk menanggalkan pakaian mereka di depan umum. Sementara itu, direktur regional budaya Cusco, Ricardo Ruiz Caro, telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa penjaga taman di Machu Picchu dan situs bersejarah lainnya di wilayah Cusco akan meningkatkan pengawasan dan memberlakukan tindakan keras terhadap turis yang telanjang. 

Alfredo juga menambahkan bahwa situs Machu Picchu dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai usia, agama dan ideologi. Oleh karenanya, pihaknya akan memastikan bahwa wisatawan lain tidak akan merasa canggung dengan perilaku tidak sopan itu. Karena bagaimana pun, menurut dia, tindakan bertelanjang bulat di depan umum bisa memicu ketidaknyamanan dan kemarahan orang lain, yang tidak bisa menerima perilaku tersebut.