Merdeka.com --- Pagelaran wayang dari 9 negara meramaikan Festival dan Seminar Wayang Internasional 2013 di Bali, telah resmi dibuka pada Senin (23/9). Festival yang digelar selama enam hari di Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma Kabupaten Gianyar ini menampilkan wayang dari Jepang, Malaysia, Australia, Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, Checnya, Iran dan Indonesia sebagai tuan rumah. Festival ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas keberadaan wayang yang mulai terpinggirkan oleh media modern. "Padahal wayang punya nilai yang lengkap, dari hubungan antar manusia, manusia dengan Tuhan dan manusia dengan alam. Ada juga nilai unggah ungguh atau etik, kebahasaan dan masih banyak lagi yang ada di dalam narasi wayang," kata ketua panitia festival Gede Joni Suhartawan. Pembukaan sendiri telah digelar Minggu (22/9) malam dengan tari Cak yang dibalut penggalan kisah Ramayana dan dilanjutkan dengan performance wayang sembilan negara mulai Senin (23/9) sampai 27 September mendatang. Peserta dari Jepang akan menampilkan wayang, atau tepatnya boneka Otame Bunraku, yang dimainkan seorang gadis serta diiringi lagu dan musik shamisen (alat musik berdawai tiga). Kemudian dari Iran akan tampil wayang tradisional Iran, Kheimeh Shab Bazi, yang diiringi perpaduan musik yang syahdu. Adapun Myanmar menampilkan wayang Mandalay Marionettes. Dari Filipina akan ditampilkan Teatrong Mula. Pilipinas serta Roppets Editainment Production. Dari dalam negeri akan tampil pergelaran wayang dari sejumlah daerah. Selain wayang beber dari Gunung Kidul yang berasal dari abad ke-XVII; juga wayang golek Betawi, Jakarta; dan wayang kulit menak, Sasak, Lombok. Dari Bali akan dipertontonkan apa yang disebut sebagai wayang multimedia. Juga akan tampil memperlihatkan kemahirannya yakni tiga wayang cilik: Jose, Georgian, dan Anom. Ada pula wayang potehi dar Gudo dan wayang golek Cing Cing Mong dari Tegal. Dipilihnya Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma sebagai lokasi festival mengingat di tempat ini memiliki lebih dari 5.000 koleksi wayang dan topeng dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara. Komisaris Independen BCA, Cyrillus Harinowo yang mendukung penuh festival ini mengatakan, wayang merupakan warisan budaya leluhur yang sangat tinggi nilainya. "Tugas kita bagaimana merawat lestarikan dan mengemasnya menjadi lebih menarik dalam konteks kekinian," katanya.