Merdeka.com --- Mantan ibu negara sekaligus Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dalam buku memoarnya yang hari ini diluncurkan mengungkapkan keluarganya jatuh bangkrut dan banyak utang setelah suaminya Bill Clinton lengser dari jabatan presiden Amerika.

"Kami keluar dari Gedung Putih bukan hanya bangkrut tapi terjerat utang," kata Hillary kepada stasiun televisi ABC News dalam rangka promo bukunya berjudul Hard Choices, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Selasa (10/6).

"Kami tak punya uang ketika itu dan kami berjuang untuk mempertahankan harta, rumah, dan pendidikan bagi Chelsea (putri Clinton).

Itu tidak mudah," kata Hillary.

Setelah keluar dari Gedung Putih, Hillary kemudian menjadi senator di Kota New York dan suaminya mendapat uang dari hasil menjadi pembicara di berbagai kesempatan.

Namun mereka mempunyai surat tagihan utang senilai Rp 125 miliar, itu terjadi saat penyelidikan kasus Whitewater dan Monica Lewinsky.

Pada 2009 ketika Hillary menjadi menteri luar negeri di kabinet Barack Hussein Obama harta keluarga Clinton mencapai antara Rp 118 miliar hingga Rp 590 miliar.