Talkmen.com --- Memasak dapat menarik perhatian wanita? Saya selalu penasaran dengan pendapat itu. Memang ini bukan lagi era Ibu Kartini di mana wanita lah yang paling bertanggung jawab soal urusan dapur. Emansipasi wanita nampaknya juga memberi dampak signifikan bagi kehidupan pria. Tidak hanya bisa bekerja kantoran, berdasi, meeting sana-sini, dan berdompet tebal, tapi pria juga ditantang untuk memiliki kemampuan yang mungkin bagi kaum Adam terdengar "bizarre". Ya, memasak adalah salah satunya. Saya pribadi juga tidak mahir memasak, kecuali mie instan dan sosis goreng. Alih-alih membuat risotto, menanak nasi dengan rice cooker saja selalu meleset hingga berkerak. Poor me... Dalam suatu perbincangan makan siang dan kebiasaan saya mengomentari hidangan yang disantap, salah satu kolega saya di kantor rupanya berteman dengan seorang chef yang sedang naik daun saat ini. Wajahnya pun sering tampil sebagai salah satu juri di ajang kontes memasak internasional yang ditayangkan stasiun televisi nasional. Saya bersama teman-teman sekantor langsung berganti topik mengenai apa kira-kira yang ada di benak seorang pria ketika ia terjun ke dalam dunia masak-memasak. Sambil asik berbicara, tiba-tiba terbesit sosok Aaron Eckhart saat memerankan tokoh Nick dalam film No Reservation (2007). Tidak ada yang salah, bahkan terlihat cool saat ia menyulap bahan-bahan makanan hingga menjadi hidangan fine dining yang begitu menggoda sampai membuat Catherine Zeta-Jones bertekuk lutut padanya.

arnold400Sebagai chef muda, Arnold Poernomo menyadari masih banyak pelajaran dan pengalaman yang harus ia raih dalam profesinya.

Wait, masih ada Chef Jamie Oliver dengan koleksi peralatan dapurnya yang selalu menjadi buruan para wanita, sampai Gordon Ramsay dengan Hell's Kitchen-nya. Setelah membuat appointment yang pas, akhirnya saya berkesempatan untuk bersua kolega saya tadi. Bertempat di Cook Shop di kawasan Jakarta Selatan, Arnold Poernomo, chef muda kelahiran Jakarta, 18 Agustus 1988 ini membuka pembicaraan dengan esensi memasak itu sendiri. Baginya, memasakan adalah sebuah seni untuk menyenangkan semua orang. Urusan ada yang protes makanan ciptaannya dibilang tidak enak, itu lain soal. Meskipun lahir di tengah keluarga yang telah menekuni dunia kuliner sejak lama, Arnold kecil ternyata tidak lantas ingin menapaki jenjang profesi yang sama pad a awalnya.
"Memasak itu seni. Give two cooks the same ingredients and the same recipe... it is fascinating to observe how, like handwriting, their results differ. After you cook a dish repeatedly, you begin to understand it. Then you can reinvent it a bit and make it yours! Masalah orang menilainya seperti apa, itu urusan nanti. Yang penting saya selalu ingin berkreasi dan buat saya, rasa enak suatu masakan itu saat orang bisa menikmati hidangan yang saya buat sampai habis... hahaha."
Semuanya berubah setelah ia dan keluarganya memilih untuk menetap di Sydney, Australia. Cita-citanya ingin menjadi seseorang dengan posisi penting dalam sebuah perusahaan nampaknya bergeser tatkala kebutuhan hidup di luar negeri tak semudah apa yang dilihat. Ia pun berusaha mencari uang saku tambahan dengan bekerja di sebuah restoran sebagai cleaning service, hal yang memang biasa dilakukan seorang remaja untuk mencari pengalaman dan uang saku di sana. Menjalani hari demi hari bekerja di tempat orang menyantap makanan, membuat Arnold menjalin perkenalan dengan beberapa chef yang turut memberi pengaruh dalam hidupnya. Seolah buah tak jatuh dari pohonnya, ia pun mulai memutar haluan untuk menekuni dunia kuliner tanpa perlu repot-repot mengenyam sekolah memasak seperti chef pada umumnya.

arnoldd400Ia pun pernah menangani The Nest Grill yang ia sebut sebagai ladang untuk belajar bagaimana mengelola sebuah restoran.

Sebut ia otodidak, tapi Arnold pun mengakui jika influence terbesar datang dari sosok ibunya. Begitu besar pengaruh yang ditanamkan sang bunda hingga ia menjadi salah satu chef yang menjadi buah bibir di dunia entertainment. Prestasi sebagai Pro Chef Muda dalam ajang Master Chef Indonesia juga turut melambungkan namanya sebagai salah satu koki muda yang diperhitungkan di Indonesia. Semuanya itu ia lakoni dengan penuh ketekunan dan ingin menyajikan yang terbaik bagi setiap orang yang dapat mengapresisasi masakan buatannya. Saat dirinya terpilih untuk menduduki posisi sebagai juri dalam ajang yang sama, Arnold mengakui banyak yang meragukan kemampuannya. Namun ia buktikan saat membimbing peserta dengan penuh kesabaran dan keramahan khas dirinya hingga mampu mencetak koki-koki berbakat. Saat ditanya hubungan memasak sebagai strategi untuk menaklukan wanita, ia hanya tertawa. "It's up to you!", kilahnya. Menurutnya, itu semua kembali pada cara pandang setiap pria dan wanita yang dihadapinya. Ia juga tak mengelak, sebagai seorang chef bukan tidak mungkin ia membuat sendiri romantic dinner bersama kekasihnya lengkap dengan hidangan yang dibuat sendiri. Hmmm... terdengar menantang memang. Lantas adakah menu-menu sederhana yang mudah diaplikasikan untuk pria untuk membuat kekasihnya terkesima? Ia menyebutkan beberapa resep yang dalam sepengetahuan saya sulit untuk dilakukan. Ternyata tidak! Bahkan hanya dengan beberapa bahan, siapa pun bisa melakukannya sendiri tanpa harus takut membuat sang wanita mengerutkan dahi saat mencicipi masakannya. Well, tidak ada salahnya dicoba kan?