Jepang masuk dalam daftar tertinggi negara dengan produksi film porno paling greget di dunia. Japan Adult Video atau yang sering disingkat dengan JAV bahkan jadi salah satu sumber pendapatan terbesar negara matahari terbit. Hal ini pun menarik minat seorang mahasiswa UGM untuk mengangkatnya menjadi judul skripsi. Wih, seperti apa tuh?

Muhammad Naufal Ridha meneliti seberapa besar JAV mempengaruhi persepsi seseorang terhadap Jepang. Well, kamu pasti setuju jika negeri sakura ini terkenal dengan penduduknya yang disiplin, rajin, dan selalu bersemangat. Setidaknya hal ini lah yang dirasakan para angkatan 90an. Jepang sendiri sering memunculkan image tersebut lewat drama-drama maupun film.

Tapi, hal yang berbeda diungkapkan para angkatan baru. Mendengar Jepang, mindset mereka pun langsung mengaitkannya dengan JAV. Ridha sendiri pun membuktikan hal tersebut dengan mewawancarai seorang mahasiswa. “Saya pernah kenalan sama orang, bilang dari jurusan sastra Jepang, komentar mereka langsung, wah asik dong bisa ngobrol dengan Miyabi, ternyata justru itu yang terlontar,” ungkapnya.

Penelitiannya pun dilanjutkan dengan mengambil empat orang sampel penggemar berat JAV. Menggunakan metode Snowball kemudian ditarik kesimpulan yang cukup mengejutkan. Siapa yang menyangka jika persepsi empat orang ini tentang Jepang sama sekali nggak berubah. Bisa disimpulkan si sampel menganggap Jepang masih negara disiplin dan rajin seperti biasanya. Nice conclution, isn’t it?

Sayangnya skripsi ini nilainya nggak terlalu tinggi karena jumlah sampelnya yang terbatas. Meskipun begitu hipotesis yang dihasilkan unik banget. Good job!