Teknoup.com --- Layanan berbagi video milik Google, YouTube, hingga kini belum punya kompetitor serius. Namun pionir portal internet, Yahoo, dikabarkan siap menyaingi layanan tersebut. Dilaporkan Re/Code, Jumat (28/4/2014), sejumlah sumber yang dirahasiakan mengatakan bahwa Yahoo tengah mengerjakan layanan pesaing YouTube.

Juru bicara Yahoo menolak mengomentari laporan tersebut ketika dikonfirmasi Computer World.

Meski Yahoo belum mau bicara, desas-desus adanya pesaing YouTube dari Yahoo sudah merebak sejak beberapa waktu belakangan. Melalui CEO barunya, Yahoo ingin meraih kembali kesuksesan yang pernah digapai beberapa tahun silam. Di tangan CEO Marissa Mayer, sejumlah langkah strategis pun sudah diambil guna menaikkan kembali popularitas Yahoo.

Tanda-tanda kehadiran layanan video mulai terendus sejak bulan Mei 2013. Saat itu Yahoo dikabarkan tengah berdiskusi untuk mengakuisisi situs video streaming acara TV dan film bernama Hulu. Nilai akuisisi dilaporkan mencapai $800 juta. Namun akuisisi itu urung dilakukan karena sang pemilik Hulu batal menjual perusahaannya.

Tanda selanjutnya datang pada bulan Desember. Di bulan ini, Yahoo membeli Ptch, perusahaan startup pengembang aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna menggabungkan foto dan video di ponsel mereka ke dalam film. Meski belum ada gebrakan besar, langkah ini disinyalir sebagai ancang-ancang lahirnya layanan video terbaru.

main_mid.[18]

Sejatinya Yahoo sudah memiliki situs berbagi video bernama Yahoo Screen yang dulunya dikenal sebagai Yahoo Video. Situs ini memulai debut sebagai penyedia pencarian video, dan berubah menjadi situs berbagi video pada tahun 2006.

Namun pada tahun 2011, layanan ini tak lagi mengizinkan pengguna mengunggah video dan menghentikan akses ke video yang sudah diunggah sebelumnya.

Analis dari Moore Insights & Strategy, Patrick Moorhead, senada dengan salah satu langkah yang akan diambil Marissa Mayer saat berbicara di konferensi tahunan 4As. Ketika itu Mayer mengatakan bahwa perusahaannya akan fokus pada layanan pencarian, surat, mobile, media sosial dan video.

"Jika Yahoo ingin menjadi pusat hiburan rakyat, mereka membutuhkan layanan video," kata Patrick Moorhead. "YouTube merupakan layanan penyedia video yang benar-benar gratis dari video kucing, trailer, hingga konten nyata. Yahoo berpeluang menyediakannya sedikit, tapi dengan konten yang lebih baik," tambah Moorhead.

"Yahoo gagal di layanan video sebelumnya, tapi itu tidak berarti (mereka) akan gagal lagi. Yahoo perlu menghadirkan sesuatu yang terbukti berbeda dari apa yang disediakan YouTube. Jika mereka tidak melakukannya, mereka akan gagal. YouTube sudah punya semua video kucing, sehingga tidak akan menjadi pembeda. Apa yang akan menjadi pembeda bakal menjadi sesuatu yang sangat unik, yaitu melalui konten pertama yang disajikan."