Setelah sempat dilanda kasus kepemilikan batik beberapa tahun lalu melawan negara tetangga, warisan para leluhur ini akhirnya berhasil dipertahankan. Yang lebih keren lagi, pada peringatan Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council/WCC) yang ke 50-tahun di Dongyang, Provinsi Zhejiang, China, Yogyakarta berhasil dinobatkan menjadi kota batik dunia.

Penghargaan tersebut diberikan kepada HRH GKR Pembanyun oleh presiden WCC Wang Shan. Batik dinilai merupakan kebudayaan yang nggak bisa dipisahkan dari Yogyakarta. Selain sebagai seni tinggi yang terus dijaga, batik sendiri pun udah memberikan manfaat secara ekonomis kepada para pengrajinnya.

Wakil Senior Presiden WCC Asia Pasifik, Ghada Hijjawi-Qaddumi, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya batik adalah sesuatu yang sangat penting bagi Indonesia. Ghada juga mengatakan jika kesenian bernilai tinggi tersebut harus ada di WCC kali ini.

Siapa yang menyangka jika sebelum dinobatkan sebagai kota batik dunia, Yogyakarta harus melalui persaingan terlebih dahulu. Menurut Direktur Eksekutif Dewan Kerajinan Nasional DIY, Roni Guritno, kota gudeg ini harus melawan sekitar enam kota lain di Asia Pasifik. Tapi, karena dinilai lebih lengkap dari sisi sejarah, seni dan nilai ekonominya, maka akhirnya kota Sri Sultan lah yang berhak mendapatkan gelar keren tersebut.

Hal ini tentu aja punya dampak yang sangat bagus, misalnya bakal terealisasinya rencana untuk menyebarkan batik seluas-luasnya ke seluruh dunia. Rencana ini pun emang udah ada di benak Roni sejak dulu. Keren, two thumbs up deh!