Pemerintah Siapkan Rp 50 M untuk Kurikulum Esport

LAZONE.ID - Pemerintah Indonesia menyiapkan dana hingga Rp 50 M untuk memasukan Esport dalam kurikulum

Niat pemerintah untuk memajukan Esport patut diapresiasi, karena Menteri Pemuda dan Olahraga menyiapkan dana Rp 50 miliar untuk memasukan kurikulum Esport dalam pendidikan Tanah Air. Lewat sistem tersebut diharapkan lahir atlet-atlet baru yang bisa mengharumkan nama Indonesia lewat cabang olahraga tersebut.

"Ini bukan semata-mata game, ini (Esport) adalah olahraga karena butuh pendamping nutrisi dari psikologis sampai fisik. Karena saat bermain tidak hanya satu jam tapi berjam-jam," tutur Imam Nahrawi di laman resmi Kantor Staf Presiden.

Ia pun mengharapkan sekolah-sekolah bisa membantu dan memberikan kelonggaran bagi para atlet. Pendidikan Esport juga mulai dimasukan dari tingkat menengah hingga perguruan tinggi. Rencana tersebut diharapkan segera dimulai usai Piala Presiden Esport 2019.

Imam pun memaparkan kebanyakan top player ataupun atlet Esport berasal dari generasi milenial. Dari data yang dipaparkan ia menyebut ada 72 persen yang terdiri dari usia 16 hingga 34 tahun. Dan hanya 3 persen yang berasal dari usia 20 sampai 25 tahun.



Esport pun kini tak lagi dipandang sebelah mata, banyak kejuaraan internasional dengan hadiah hingga miliaran rupiah. Hal ini membuat Presiden Joko Widodo mendorong peningkatan regenerasi para atlet lewat kompetisi Esport.

"Dahulu main game hanya dianggap membuang-buang waktu, tetapi kini bisa menjadi karier dan bahkan membawa nama Indonesia di level Internasional," terang Imam.

Ia pun turut memperhatikan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Banyak pekerja-pekerja yang asyik bermain game di sela-sela waktu kerja.

"Mereka begitu khidmat dan khusyuk menatap ponselnya bersama-sama. Rupanya lagi mabar (main bareng), untuk memperbaiki ranking masing-masing," tuturnya.

Namun ada faktor pendukung lainnya yang perlu diperhatikan yakni internet. Giring Ganesha, Presiden IESPL mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 50 juta orang yang bermain game di Indonesia.

"Perkembangan pesat ini tak lepas dari stabilnya jaringan internet di Indonesia dan meluasnya transaksi secara daring sebagai bukti pertumbuhan ekonomi digital kita," ucap Giring.