
"Sepatu basket itu menarik karena fitur dan designnya sesuai posisinya di tim. Misalnya, posisi loe center, maka model sepatu high top yang dipilih. Karena posisi itu riskan body contact, makanya diperlukan sol keras ala high top untuk menahan angkle," beber Akbar Satria Permadi, salah satu atlit Pra PON untuk wilayah Banten.
Nah, berikut ini beberapa merek dan tipe sepatu basket yang diburu. Karena selain fitur, tongkrongannya juga oke.
1. Nike Kobe 9 Elite Low
Memiliki performa traksi dan fleksibilitas yang terbaik Bro. Tali sepatu dibuat dengan material upper yang elastis, busa pada collar dan tongue yang lebih tebal. Selain itu ikatan forefoot pada model ini juga lebih baik dibandingkan model high top dengan ruang toe box yang lebih besar. Kekurangannya, sepatu ini adalah cushion dengan lunarlon i yang kurang responsif dibandingkan zoom dan micro g. Harganya juga relatif mahal dan lebih sulit didapatkan.
2. Adidas DRose 5
Sepatu dengan cushion berteknologi boost ini sebenarnya sangat ideal bagi pemain yang mengandalkan kecepatan. Bantalan boostnya memiliki daya reaksi yang diimbangi impact protection yang baik.
3. Air Jordan XX9
Teknologi woven upper pada AJ XX9 menghasilkan sepatu basket yang paling nyaman dengan ikatan tali yang sangat pas, dan memiliki fleksibilitas dan keleluasaan pergerakan yang sangat baik. Performa traksi sepatu ini dirasa cukup walau tidak sebaik Kobe 9 dan UA ClutchFit Drive. Cushion dengan zoom dan flightplate terasa sangat responsif. Kekurangan sepatu ini adalah sole yang kurang fleksibel dan harganya yang paling mahal.
3. Under Armour ClutchFit Drive
Performa traksi sepatu ini relatif seimbang dengan Kobe 9. Cushion menggunakan micro g terasa lebih responsif dan memiliki impact protection yang lebih baik dari lunarlon pada Kobe 9. Sepatu dengan performa papan atas ini memiliki harga yang jauh lebih murah, yaitu sekitar 125 USD. Sehingga sepatu ini dapat menjadi pilihan utama bagi pemain basket pelajar dan amatir yang ingin memiliki sepatu basket terbaik dengan harga terjangkau.
Terus kenapa sepatu ini berada di posisi kedua? Karena Kobe 9 Elite low memiliki ikatan tali pada forefoot yang sedikit lebih kuat, fleksibilitas yang lebih baik, collar yang rendah dan ventilasi yang lebih baik.
4. Peak TP1
Peak TP1 memiliki performa traksi yang mampu bersaing dengan Kobe 9 dan UA ClutchFit Drive. Tali sepatu pada sepatu ini pun terasa cukup kokoh, serta memiliki transisi yang halus, dan fleksibilitas yang baik. Kelemahan sepatu ini malah ada di performa cushion yang terasa kurang responsif dibandingkan empat kompetitor lainnya.
